Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia bergerak liar di awal perdagangan jelang akhir pekan. Meski dibuka melemah, sebagian indeks saham acuan masih mencoba melawan sentimen negatif dengan menyentuh zona hijau.
Sentimen positif dari Wall Street harus berhadapan dengan kenaikan harga komoditas dan kebijakan pengetatan moneter dari Bank Indonesia.
Pada sesi pra pembukaan perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 21 November 2014, dua indeks saham syarah mengawali perdagangan di zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,12 poin (0,08%) ke level 163,33 di sesi pra pembukaan. Pelemahan dipicu penurunan harga saham dari 13 emiten syariah sementara hanya 9 saham yang bergerak naik.
Di awal sesi ini, pelaku pasar sudah mentransaksikan tak kurang dari Rp 13,95 miliar dari aksi jual beli terhadap 46,02 juta saham.
Laju ISSI masih belum menggembirakan di sesi pembukaan BEI. ISSI kembali melemah 0,09 poin (0,06%) ke level 163,36. Namun, ISSI sudah kembali ke jalur hijau memasuki 20 menit pertama perdagangan.
Pembukaan di zona merah juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Sebanyak 30 emiten unggulan syariah mengawali transaksi dengan melemah 0,69 poin (0.09%) ke level 671,97.
JII juga terus melemah di sesi pembukaan dengan turun 0,62 poin (0,09%) ke level 671,97.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia memang bergerak fluktuatif di awal perdagangan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi dengan melemah 2,51 poin (0,05%) ke level 5.091,04. Namun tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk masuk zona hijau.
Di sesi pembukaan IHSG sempat menguat tipis 0,19 poin (0%) ke level 5.093,76. Sayang, aksi jual beli yang cukup marak membuat IHSG kembali melemah
Transaksi perdagangan seluruh efek di BEI tercatat mencapai 56,83 juta dengan nilai Rp 24,88 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya