Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Masih Dibuka Melemah

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 21 November 2014 09:37
Indeks Syariah Masih Dibuka Melemah
Gerak indeks saham acuan di BEI bergerak variatif seiring beragam sentimen yang menghampiri pelaku pasar.

Dream - Bursa saham Indonesia bergerak liar di awal perdagangan jelang akhir pekan. Meski dibuka melemah, sebagian indeks saham acuan masih mencoba melawan sentimen negatif dengan menyentuh zona hijau.

Sentimen positif dari Wall Street harus berhadapan dengan kenaikan harga komoditas dan kebijakan pengetatan moneter dari Bank Indonesia.

Pada sesi pra pembukaan perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 21 November 2014, dua indeks saham syarah mengawali perdagangan di zona merah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,12 poin (0,08%) ke level 163,33 di sesi pra pembukaan. Pelemahan dipicu penurunan harga saham dari 13 emiten syariah sementara hanya 9 saham yang bergerak naik.

Di awal sesi ini, pelaku pasar sudah mentransaksikan tak kurang dari Rp 13,95 miliar dari aksi jual beli terhadap 46,02 juta saham.

Laju ISSI masih belum menggembirakan di sesi pembukaan BEI. ISSI kembali melemah 0,09 poin (0,06%) ke level 163,36. Namun, ISSI sudah kembali ke jalur hijau memasuki 20 menit pertama perdagangan.

Pembukaan di zona merah juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Sebanyak 30 emiten unggulan syariah mengawali transaksi dengan melemah 0,69 poin (0.09%) ke level 671,97.

JII juga terus melemah di sesi pembukaan dengan turun 0,62 poin (0,09%) ke level 671,97.

Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia memang bergerak fluktuatif di awal perdagangan ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi dengan melemah 2,51 poin (0,05%) ke level 5.091,04. Namun tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk masuk zona hijau.

Di sesi pembukaan IHSG sempat menguat tipis 0,19 poin (0%) ke level 5.093,76. Sayang, aksi jual beli yang cukup marak membuat IHSG kembali melemah

Transaksi perdagangan seluruh efek di BEI tercatat mencapai 56,83 juta dengan nilai Rp 24,88 miliar.

Beri Komentar