Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Selama Ini, Top Up Uang Elektronik Tak Dikenakan Biaya Oleh Bank.
Dream – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, angkat bicara tentang polemik biaya isi ulang uang elektronik. Jahja mengatakan pengenaan biaya di kartu ini bisa membantu biaya operasional bank untuk menerbitkan kartu tersebut.
Jahja mengakui perusahaan selama ini harus merogoh kocek hingga Rp80 miliar untuk menerbitkan uang elektronik dalam setahun. Biaya ini diantaranya digunakan untuk distribusi, pemeliharaan mesin electronic data capture (EDC), dan lainnya.
" Di lapangan itu perlu ada biaya instalasi di situ dari kayak jalan tol. Kita di jalan tol dalam kota ini ada 35 ya. Ada yang pasang ada yang service dan nanti ke depan dengan Jasa Marga juga kita harus ada bayar berapa gitu," kata dia di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Rabu 19 September 2017.
Bank swasta terbesar di Tanah Air ini diketahui telah menerbitkan 13 juta keping uang elektronik. Dari belasan juta kartu tersebut, yang aktif ternyata hanya 4,5 juta keping.
“ Nah, dari yang 4,5 juta keping itu, (saldonya) tidak lebih dari Rp40 ribu,” kata Jahja.
Jahja memperkirakan total dana endapan di uang elektronik itu sebesar Rp200 miliar. Keuntungan yang didapatkan melalui bisnis uang elektronik sebesar 6-7 persen atau Rp15 miliar, sedangkan biaya yang dirogoh sebesar Rp80 miliar.
“ Kita tekor Rp65 miliar,” kata dia.
Jahja akan mengikuti aturan Bank Indonesia (BI) tentang isi ulang uang elektronik. Kalaupun digratiskan, pihaknya tak keberatan.
“ Kalau buat layanan masyarakat, mau dikasih gratis saya juga oke,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya