Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Indeks Syariah Kembali Menguat Hari Ini.
Dream - Penguatan indeks syariah masih berlanjut sepanjang tiga hari terakhir. Meski investor lebih banyak melakukan aksi buy on weakness, dua indeks syariah menghijau saat perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir pada Selasa 19 September 2017.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini masih diwarnai aksi jual pemodal asing. Sentimen penutupan bursa Asia yang negatif membuat pemodal menahan diri melantai jelang menit-menit akhir perdagangan BEI.
Dikutip dari data perdagangan Kiwoom, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali mencicipi zona hijau dengan menanjak 0,757 poin (0,41%) ke level 185,873. Indeks ISSI menguat di level 185,298 poin ketika perdagangan dibuka dan sempat menyentuh level 184,616.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut menguat 2,206 poin (0,30%) ke level 744,846.
Tercatat sebanyak 69,89 juta saham berpindah tangan hingga sesi paska penutupan perdagangan. Nilainya perdagangannya mencapai Rp4,3 triliun, meningkat dibandingkan transaksi sehari sebelumnya.
Semaraknya aksi beli saham syariah diwarnai langkah lepas portofolio dari pemodal asing. Nett sell asing pada saham-saham penghuni ISSI kembali naik menjadi Rp199,61 miliar.
Investor kali ini banyak menginvestasikan dananya pada saham-saham di sektor pertambangan, properti, dan perdagangan. Tercatat indeks pertambangan naik 1,31 persen, properti 1,03 persen, dan perdagangan 1,00 persen.
Sementara empat indeks sektoral lain bergerak melemah dipimpin industri dasar yang turun 0,33 persen, infrastruktur 0,08 persen, manufaktur 0,08 persen, dan pertanian 0,03 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah yang menjadi top gainer adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp400, UNTR Rp400, PTPP Rp140, INDF Rp100, dan AKRA Rp75.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah TPIA yang harganya turun Rp350, AALI Rp125, EXCL Rp120, INCO Rp80, dan SMGR Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 16 poin (0,12%) ke level Rp13.271 per dolar AS.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya