Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masyarakat Berbelanja Pakaian Di Salah Satu Department Store. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Sahabat Dream, ritel menjadi salah satu tempat belanja bagi masyarakat, terutama ritel fesyen. Sebut saja Matahari dan Ramayana. Kedua department store itu kerap menjadi sasaran pembeli, apalagi menjelang Idul Fitri dan Natal.
Selain Matahari dan Ramayana, ada banyak pusat perbelanjaan yang beroperasi di Indonesia, baik lokal maupun asing.
Di deretan pemain lokal, kamu pasti pernah mendengar nama-anam seperti Centro, Robinson, dan Borobudur. Sedangkan department store asing yang banyak ditemui adalah Sogo dan Seibu dari Jepang dan Debenhams dari Inggris.
Nah, kali ini Dream mengulas pusat perbelanjaan ikonik yang ada di Indonesia. Ada beberapa pusat perbelanjaan yang menjadi ikon dan bagian sejarah ritel Indonesia. Berikut ini adalah daftarnya.
© Dream
Dikutip dari berbagai sumber, Sarinah merupakan pusat perbelanjaan pertama dan menjadi gedung pencakar langit pertama di Indonesia. Mal yang terletak di gedung setinggi 74 meter dan 15 lantai ini didirikan di Menteng, Jakarta, pada tahun 1963. Presiden Soekarno meresmikan Sarinah pada 1967. Nama Sarinah ini berasal dari nama pengasuh Soekarno semasa kecil.
Tujuan Soekarno membuat mal ini adalah membuat pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dengan harga yang murah dan mutu yang bagus. Sarinah ini merupakan gagasan yang lahir setelah Soekarno melawat ke negara-negara yang sudah memiliki pusat perbelanjaan modern. Kini, Sarinah termasuk ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
BUMN ini tak hanya bergerak di bidang ritel, tetapi juga ekspor dan impor, distribusi dan penyewaan ruangan, dan hotel. Tak hanya di Thamrin, Sarinah juga punya outlet di Pejaten Village, Jakarta, Banyumanik, Semarang, dan Malang, Jawa Timur.
© Dream
Dikutip dari pasaraya.co.id, Pusat perbelanjaan ini hadir pertama kali dengan nama Sarinah Jaya pada 27 Maret 1974 yang ingin menjadi department store yang menyediakan produk seni tradisional dan kerajinan. Lokasi awalnya berada di lantai tiga gedung Sarinah di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta. Karena peminatnya banyak, pendiri Sarinah Jaya, Abdul Latief, memindahkan tokonya ke Blok M untuk mengembangkan bisnisnya. Sekadar informasi, kawasan ini dulunya menjadi area perdagangan utama di Jakarta Selatan. Lalu, pada 1984, Abdul memperluas tokonya dari 7 ribu meter persegi menjadi 200 ribu metr persegi.
Nama Sarinah Jaya berubah menjadi Pasaraya, lalu menjadi Pasaraya Big and Beautiful dan berubah menjadi Pasaraya Grande. Kini, namanya berubah lagi menjadi Pasaraya The Pride of Indonesia. Pusat perbelanjaan ini tak hanya menyediakan batik dan kerajinan tradisional, tetapi juga barang kebutuhan sehari-hari dan food court dengan menu masakan Indonesia.
© Dream
Sahabat Dream, Rimo juga merupakan pusat perbelanjaan yang ikonik. Department store ini milik PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO). Rimo bergerak di bidang department store yang menjual produk fesyen seperti baju dan sepatu.
Pusat perbelanjaan ini pertama kali beroperasi di Mal Ambassador pada 1987 dan menyasar pada segmen kelas menengah.
Selain bergerak di bidang ritel, RIMO mengembangkan sayapnya di bisnis hotel. Lewat anak usahanya, PT Matahari Pontianak Indah Mal, Rimo mengakuisisi 90 persen saham PT Indo Putra Khatulistiwa. Ini merupakan hotel yang punya 137 kamar yang berlokasi di Pontianak, Kalimantan Barat.
© Dream
Sahabat Dream yang pernah merasakan kejayaan di era 90-an pasti ingat dengan sosok Ongky Alexander. Berperan sebagi Boy dalam fim Catatan SI Boy, Ongky menggapai ketenaran sebagai sosok pemuda gaul namun taat beragama.
Salah satu lokasi syuting yang sering muncul di film tersebut adalah Golden Truly. Di era kejayaannya, mall yang terletak di Gunung Sahari menjadi tempat nongkrong anak gaul ibukota.
PT Golden Retailindo Tbk merupakan pemilik pusat perbelanjaan legendaris, tersebut lho. Pusat perbelanjaan ini sempat populer pada tahun ’80-‘90an. Toserba ini memiliki toko di Jakarta, Depok, dan Batam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya