Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Teller BRI Syariah Melayani Transaksi Keuangan Dari Nasabah. (Foto: Metro Sulawesi)
Dream – Kementerian BUMN tak jadi menggabungkan bank-bank syariah milik BUMN dalam satu bank megasyariah. Pemerintah kini justru mencarikan investor strategis bagi keempat bank syariah pelat merah tersebut.
Upaya pemerintah sepertinya mulai membuahkan hasil. Salah satunya bank syariah pemerintah, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), PT BRI Syariah dikabarka tengah dilirik investor.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, mengungkapkan investor yang melirik BRI Syariah berasal dari dalam negeri.
“ Ada yang tertarik dengan BRI Syariah. Lokalan saja,” kata Gatot kepada Dream.co.id, dalam acara KAI Travel Fair 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, ditulis Senin 31 Juli 2017.
Calon investor tersebut, lanjut Gatot, nantinya akan memiliki saham BRI Syariah jika rencananya jadi direalisasikan.
Sayang Gatot masih menyimpan rapat nama calon investor maupun jumlah saham BRI Syariah yang akan dilepas.
“ Mudah-mudahan dalam waktu dekat (mereka bisa bekerja sama). (Investornya) jadi pemegang saham,” kata dia.
Sementara untuk empat empat bank syariah lainnya, —PT Bank Syariah Mandiri, PT BNI Syariah, PT BRI Syariah, dan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero)- kementerian BUMN mendorong manajemen untuk mencari investor strategis.
Awalnya, kementerian ini hendak menggabung empat bank syariah menjadi satu megabank syariah milik BUMN, lalu rencana itu diubah menjadi dua bank syariah. Rencananya, BNI Syariah digabung dengan UUS Bank Tabungan Negara, sedangkan Bank Syariah Mandiri dengan BRI Syariah. Lagi-lagi rencana itu batal.
“ Rencana ini berubah seiring dengan perkembangan waktu dan ada dinamika yang menarik,” kata dia.
Di samping itu, lanjut Gatot, kementerian juga mendorong bank-bank pelat merah “ naik kelas” menjadi bank Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) III. Saat ini, baru BSM yang menjadi bank syariah pertama untuk kategori tersebut. Dengan status itu, bank-bank syariah BUMN didorong mencari partner kerja.
“ (Diharapkan) partner sama (investor) syariah global yang berpengalaman, yang ada transfer of knowledge. Perbankan syariah di Indonesia belum semaju di Malaysia,” kata dia.
Gatot melanjutkan, selain investor strategis, kementerian ini juga akan menggabungkan BNI Syariah dengan UUS BTN. " (Prosesnya) sedang dalam pembicaraan," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam