Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Cadangan Devisa Bank Indonesia Pada November 2016 Turun.
Dream – Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2016 turun US$ 4 miliar, atau sekitar Rp 53 triliun. Akhir bulan lalu, tabungan Indonesia ini berada di posisi US$111,5 miliar (Rp1.480,72 triliun).
“ Ini lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Oktober 2016 yang sebesar US$115,5 miliar (Rp1.533,84 triliun),” kata Direktur Departemen Komunikasi BI, Arbonas Hutabarat, dilansir dari laman Bank Indonesia, Kamis 8 Desember 2016.
Arbonas mengatakan penurunan cadangan devisa pada November 2016 ini disebabkan oleh kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilitasi nilai tukar rupiah.
BI memperkirakan penurunan cadangan devisa ini bersifat sementara. Hal ini didukung oleh optimism terhadap perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan kondisi pasar keuangan yang kembali kondusif.
“ BI akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukungnya terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata dia.
Dengan cadangan devisa ini Indonesia masih mampu membiayai kegiatan impor selama 8,5 bulan. Sementara untuk aktivitas impor dan pembayaran utang pemerintah, mampu bertahan selama 8,1 bulan.
“ BI menilai cadangan devisa tersebut tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya