Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham Indonesia berhasil keluar dari tekanan usai terjun bebas di sesi pembukaan pagi. Emiten sektor manufaktur dan barang konsumsi sukses membawa indeks saham rebound.
Pelaku pasar tampaknya mulai memasan posisi jelang pengumuman paket kebijakan ekonomi tahap II yang akan diumumkan pemerintah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 29 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,919 poin (1,46%) ke level 133,528.
Penguatan lebih tinggi dicetak saham-saham bluechips syariah. Berbalik menguatnya saham 18 emiten, mendorong Jakarta Islamic Index (JII) melompat 12,429 poin (2,29%) ke level 554,432.
Sepanjang perdagangan ISSI sempat menyentuh level terendah di 128,400 sebelum akhirnya sukses menyentuh posisi tertinggi di sesi penutupan.
Aksi jual beli investor mendorong 82 emiten syariah ke zona positif. Namun, laju ISSI justru lebih banyak didominasi koreksi harga saham dari 96 emiten.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,22 triliun dengan 62,51 miliar saham syariah berpindahtangan.
Emiten barang konsumsi dan komoditas memimpin daftar top gainer. Emiten UNVR dan ICBP menjadi pemuncak top gainer usai menguat Rp 1.900 dan Rp 1.050 per saham.
Top gainer lainnya adalah ITMG yang naik Rp 475, UNTR Rp 325, dan AALI Rp 300 per saham.
Berbaliknya menguatnya sejumlah indeks saham sektoral juga berhasil mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan. Ditutup menguat 57,905 poin (1,41%), IHSG bertengger di level 4.178,408.
Lantai bursa saham Indonesia kali ini sukses mencetak transaksi bernilai Rp 5,21 triliun. Namun, penguatan IHSG kali ini diwarnai naiknya aksi jual asing yang mencetak nett sell Rp 522 miliar.
Kabar baik juga berhembus dari pasar keuangan. Rupiah yang sempat menembus level 14.800, sore ini berbalik menguat 45 poin (0,31%) menjadi 14.620 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya