5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Dream - Sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi tanah air, industri kreatif didukung pemerintah untuk meningkatkan ekspornya. Salah satu bentuk dukungannya adalah peningkatan pembiayaan di sektor ini.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menjelaskan berdasarkan data Kementrian Koperasi dan UKM tahun 2010 - 2013, kontribusi industri kreatif sangat besar, yaitu menduduki peringkat ke 6 penyumbang PDB Nasional dengan kontribusi rata-rata hampir 8% PDB.
Sementara itu, lanjutnya, berdasarkan data BPS dan Kemenparekraf 2002 - 2010, industri kreatif ini juga menyumbang hampir 10% terhadap ekspor nasional.
“ Sudah saatnya kita fokus pada pengembangan industri ini. Saya percaya bahwa penyediaan akses keuangan pada industri ini akan mampu mengakselerasi berkembangnya industri kreatif karena akses terhadap pembiayaan adalah salah satu kendala terbesar bagi berkembangnya industri ini,” kata Muliaman dalam keterangan persnya, Selasa, 29 September 2015.
Untuk itu, Muliaman menyatakan pihak OJK telah menyusun kesepakatan kerjasama antara Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dengan Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (ASIPPINDO) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tentang Penjaminan Pembiayaan Berorientasi Ekspor dan Ekonomi Kreatif.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno, Ketua Umum ASIPPINDO Diding S. Anwar, Direktur Pelaksana II LPEI Isnen Sutopo, dan Direktur Pelaksana V LPEI, Omar Baginda Pane. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, Menkeu Bambang Brodjonegoro dan Kepala Badan EKonomi Kreatif Triawan Munaf menyaksikan kesepakatan yang ditandatangani di Kantor OJK Menara Merdeka, Jakarta tersebut.
Nota Kesepahaman ini merupakan perwujudan sinergi dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian nasional melalui akselerasi Pembiayaan Berorientasi Ekspor dan Ekonomi Kreatif dengan mengoptimalkan peran dan tugas masing-masing industri keuangan.
Ruang lingkup kerjasama yang diatur dalam Nota Kesepahaman ini mencakup pemberian Penjaminan Pembiayaan Berorientasi Ekspor dan Ekonomi Kreatif yang terdiri dari:
a. Perjanjian Kerjasama tentang Pemberian Pembiayaan oleh Anggota APPI;
b. Perjanjian Kerjasama tentang Pemberian Penjaminan oleh Anggota Asippindo;
c. Perjanjian Kerjasama tentang Pemberian Pembiayaan dalam rangka Ekspor oleh LPEI; dan
d. Perjanjian Kerjasama lainnya dalam rangka Sinergi Industri Keuangan Non Bank guna mendorong Kegiatan Usaha Berorientasi Ekspor dan Ekonomi Kreatif.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil