5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Dream - Kabar baik bagi warga lansia (lanjut usia) di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal Ahok, akan menggratiskan mereka naik bus Transjakarta. Tapi, ada syaratnya.
" Saya sudah minta lansia yang buka rekening Bank DKI kami gratiskan naik bus Transjakarta," kata Ahok seperti dikutip dari beritajakarta, Senin, 28 September 2015.
Dikatakan Ahok, para lansia yang memiliki uang pas-pasan harus membuka rekening Bank DKI, agar bisa diberikan bantuan non tunai (non cash). Mengingat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah tak mau memberikan bantuan sosial berupa beras dan lain sebagainya.
" Nanti disunat, kami mau kirim bantuan mentah saja. Kirim uang melalui bank," ujarnya.
Selain Bank DKI, Ahok juga mengajak bank lain bekerja sama dengan Pemprov DKI memberikan layanan kepada warga yang berekonomi kurang mampu. Syaratnya, bank tersebut harus menyumbangkan armada bus melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
" Ini bantu ekonomi kita. Kalau CIMB mau ikut silakan, tapi sumbang bus," ucapnya.
Menurut Ahok, jika armada bus di ibukota sudah cukup memenuhi kebutuhan, seluruh warga juga akan digratiskan naik bus TransJakarta. Namun dengan catatan, pendapatan yang didapatkan masyarakat tersebut hanya sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 2,7 juta.
" Kalau bus kita sudah cukup, gaji warga hanya sebesar UMP, asal buka rekening di bank, kami gratiskan naik bus," tuturnya.
Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan Puskesmas dan klinik kesehatan di pasar-pasar tradisional bagi masyarakat lansia, yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Masyarakat yang kesulitan berobat ke Puskesmas atau klinik kesehatan karena masalah transportasi, bisa dilayani di rumah lewat program Ketuk Pintu Layani dengan Hati.
" Kalau tidak bisa diantar, naik taksi mahal, telepon Puskesmas atau lapor Pak lurah. Dari sana nanti datang ke rumah. Ini namanya pelayanan Ketuk Pintu Layani dengan Hati," tandasnya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil