Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Kecemasan melanda investor pasar modal usai kondisi perekonomian Tiongkok dikabarkan memburuk. Seluruh indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun ikut bertumbangan.
Pada prapembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 29 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) langsung rontok 1,669 poin (1,27%) ke level 129,940.
ISSI kembali merosot 1,653 poin (1,26%) ke level 129,956 di sesi pembukaan.
Pelaku pasar memulai sesi perdagangan dengan mentransaksikan dana senilai Rp 9,14 miliar dan 52,64 juta saham yang beralihtangan.
Koreksi tajam terlihat dalam pergerakan indeks saham bluechips syariah. Terjun bebas 9,427 poin (1,74%), Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi praperdagangan di level 532,576.
Indeks JII kembali turun 9,140 poin (1,69%) ke level 532,863 di sesi pembukaan. Tak ada satupun penghuni JII yang sanggup menguat di tengah kecemasan pasar.
Sentimen negatif dari bursa global dan regional juga menekan laju bursa saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 49,923 poin (1,21%) ke level 4.070,580.
Sebanyak 40 emiten memulai sesi pemanasan dari zona merah dan hanya 2 emiten yang sanggup masuk teritori positif.
Lantai bursa pagi ini sudah memulai transaksi dengan dana Rp 21,87 miliar dan 81,53 juta saham berpindahtangan.
Investor asing belum mengubah posisinya dengan tetap mencetak nett sell Rp 2,58 miliar di awal perdagangan.
Di sesi pembukaan, IHSG kembali ambruk 51,602 poin (1,25%) ke level 4.068,901. Jumlah emiten yang mengalami koreksi bertambah menjadi 52 emiten.
Seluruh indeks sektor saham bergerak melemah dengan koreksi terdalam dialami emiten industri dasar yang turun 1,99 persen, industi aneka 1,89 persen, dan keuangan 1,56 persen.
Pelaku pasar cukup khawatir masuk ke pasar setelah bursa regional dan global berguguran. Indeks Hang Seng Hong Kong tercatat turun 3,39 persen sementara Nikkei Jepang jatuh 3,14 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya