Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah bergerak menguat di perdagangan perdana Februari 2016. Namun investor berhati-hati dengan sentimen pengumuman data ekonomi terbaru Indonesia.
Kondisi bursa regional yang relatif stabil juga ikut memicu aksi beli pemodal. Hanya bursa saham Tiongkok yang sudah mulai tertekan.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,095 poin ke level 144,978.
Penguatan tipis juga dibukukan indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 0,477 poin ke level 613,227.
Hingga perdagangan pukul 09.25 WIB, indeks syariah masih bergerak positif. Meski JII sudah mulai tertekan aksi jual dan turun ke level 612,577.
Aksi jual beli saham pagi ini sudah mencapai Rp 392,83 miliar dengan 4,37 miliar saham syariah berpindahtangan.
Transaksi beli mendorong 70 emiten syariah melaju ke zona positif. Sisanya, 26 emiten ISSI bergerak melemah dan 41 lainnya bertahan stagnan.
Emiten di sektor industri aneka masih menjadi buruan pelaku pasar dengan kenaikan 0,58 persen. Selain saham infrastruktur yang nak 0,58 persen, perdagangan 0,50 persen.
Tekanan jual justru melanda semiten sektor industri dasar yang turun 0,36 persen, perkebunan 0,22 persen, dan pertambangan 0,15 persen.
Lantai bursa saham Indonesia pagi ini tercatat sudah mentransaksikan dana investor hingga Rp 589 miliar. Dengan posisi asing membukukan nett buy Rp 29,92 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terus bergera menguat. Melemahnya dolar AS mengangkat rupiah naik 102 poin (0,74%) ke level 13.676 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya