Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Aksi jual jelang penutupan perdagangan memupuskan upaya bursa syariah menutup perdagangan di zona positif. Padahal ISSI dan JII sempat bergerak kencang di teritori hijau.
Bergugurannya saham-saham industri dasar mendorong dua indeks acuan saham syariah ini ditutup melemah. Aksi ini juga dipicu langkah asing yang berbalik melakukan aksi jual.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 6 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesi (ISSI) terkoreksi 0,335 poin (0,23%) ke level 144,313.
Penurunan juga dialami indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 1,434 poin (0,24%) ke level 603,795.
Kedua indeks saham syariah ini memulai sesi perdagangan di zona hijau. ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi di 145,257.
Aksi jual investor mendorong 88 emiten syariah menyambut libur akhir pekan di zona negatif. Beruntung, 84 emiten ISSI lainnya masih bisa melaju positif dan 49 emiten bertahan stagnan.
Di jajaran saham unggulan syariah, separuh penghuni JII bergerak turun. Sisanya, 14 emiten menguat dan 1 emiten melaju stagnan.
Transaksi perdagangan jelang liburan ini relatif minim. Investor hanya menggelontorkan dana Rp 2,41 triliun dengan 25,68 miliar saham syariah berpindahtangan.
Saham-saham unggulan syariah yang masih diburu aksi beli diantaranya UNVR yang menguat Rp 225, AKRA Rp 100, ASII Rp 100, AALI Rp 75, dan MPPA RP 75 per saham.
Di jajaran top losser JII berhimpun emiten-emiten seperti UNTR yang turun Rp 775, INTP Rp 475, LPPF Rp 300, INDF Rp 150, dan JSMR Rp 125 per saham.
Dengan 139 emiten bursa saham yang terserang aksi jual, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terseret ke zona negatif. IHSG ditutup melemah 10,681 poin (0,23%) ke level 4.566,552.
Investor asing yang semula menggelar aksi beli juga berbalik arah. Asing mencetak nett sell Rp 53 miliar dari transaksi lantai bursa yang mencapai Rp 3,47 triliun.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah akhirnya bergerak lemah. Rupiah sore ini turun 24 poin menjadi Rp 13.567 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya