Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Ilustrasi
Dream - Dari segala sesuatu yang terjadi, pastilah ada hikmah di belakangnya. Termasuk pertumbuhan penduduk yang pernah dibilang terlalu pesat di Indonesia.
Selama ini banyak pandangan negatif dengan besarnya pertumbuhan penduduk ini. Namun, Pemerintah RI patut mensyukuri kondisi ini. Mengapa?
Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang juga merupakan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta Halim Alamsyah menjelaskan, adanya pertumbuhan penduduk yang besar itu membuat Indonesia akan terlindungi dari pertumbuhan ekonomi yang kecil, bahkan minus.
" Indonesia itu tidak mungkin pertumbuhan ekonominya 1-2 persen. Pertumbuhan penduduk saja 1,6-1,7 persen. Dan setiap 1 persen tumbuh maka dampaknya akan 2 kali ke konsumsi," ujarnya.
" Jadi Indonesia punya bonus demografi hingga 20-23 tahun nanti, pertumbuhan ekonomi sulit untuk minus," tegasnya.
Hal ini berbeda dengan nasib Jepang dan China. Penduduk di negara itu didominasi orang tua, sehingga tidak begitu mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat.
Tiongkok saat ini bahkan tidak bisa meraih pertumbuhan ekonomi yang pesat kembali, karena berasal dalam kondisi yang sulit.
" China akan mencapai keseimbangan yang baru, meski tidak akan ada lagi pertumbuhan yang mencapai 9-10 persen lagi," ujar Halim.
China, kata Halim, menggunakan resep yang sama dengan AS. Bedanya, mata uang yuan belum jadi mata uang dunia. " Jadi masih kurang pengaruhnya secara global," pungkas Halim. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
