Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Dua negara pusat ekonomi syariah dunia, Uni Emirat Arab dan Malaysia tampaknya serius menerbitkan surat utang ramah lingkungan (green sukuk). Setidaknya satu produk akan diluncurkan pada tahun depan.
Produk sukuk ramah lingkungan ini dirancang untuk membantu beragam insitiatif ramah lingkungan seperti misalnya Climate Bond.
" DEWA (Dubai Electricity and Water Authority) telah mengatakan mereka sedang mengkaji penerbitan gren sukuk untuk energi terbarukan," kata CEO Climat Bond Initiative, Sean Kidney mengutip laman Zawya, Jumat, 6 November 2015.
Perusahaan ini memang memiliki sejumlah kelompok penasihat sukuk di UEA dengan misi mempromosikan penerbitan green sukuk.
" Uang berlimpah di dunia dan tak ada kekurangan modal. Kami hanya harus mendesak pemerintah agar menerbitkan," kata Kidney.
Mengutip data International Energy Agency (IEA), suhu dunia saat ini telah meningkat 7 derajat. Akibatnya, sejumlah bagian di dunia tak dapat ditinggali dan berdampak pada masyarakat kaya dan miskin.
Kidney menjelaskan, salah satu alasan dirinya mendorong program green sukuk adalah ide menggabungkan upaya melindungi lingkungan namun tetap memastikan sistem keuangan dirancang untuk dunia.
" Bukan hanya menghasilkan uang untuk kalangan kaya New York," kata Kidney.
Dunia saat ini mengelola setidaknya US$ 65,9 miliar surat utang hijau. Sebagian besar produk berkait dengan bidang transportasi dan energi.
Diperkirakan tahun depan penerbitan surat utang ramah lingkungan mencapai US$ 50 miliar.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?