Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah tak mampu keluar dari tekanan meski sempat bergerak menguat. Aksi ambil untung investor menyeret indeks syariah masuk zona merah.
Pasar modal Indonesia juga kehabisan tenaga dari aksi beli asing. Mencari untung dari kenaikan kemarin, asing sore ini hanya mencetak nett buy Rp 54 miliar, turun jauh dibandingkan posisinya selama tujuh hari terakhir.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,530 poin (0,34%) ke level 153,308.
Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut terkoreksi 2,198 poin (0,34%) ke level 648,360.
Posisi penutupan ISSI dan JII ini lebih rendah dari penurunan tipis di awal sesi perdagangan.
Aksi jual beli saham syariah jelang libur Hari Nyepi ini mencapai Rp 3,86 triliun dengan 32,58 juta saham.
Langkah investor yang mengamankan diri dari kondisi regional yang melemah telah menyeret 103 emiten ISSI ditutup melemah. ISSI hanya bertahan pada 77 emiten yang bergerak menguat dan 66 lainnya melaju stagnan.
Emiten pertambangan menjadi buruan pelaku pasar dengan menguat hingga 1,34 persen. Disusul perdagangan 0,26 persen dan industri dasa yang bergerak flat.
Koreksi besar melanda saham-saham bluechips di sektor industri dasar yang terkoreksi 1,59 persen. Pelemahan juga melanda barang konsumsi yang turun 0,88 persen, emiten manufaktur 0,87 persen, dan properti 0,67 persen.
Saham UNTR memimpin daftar top gainer usai menguat Rp 475 per saham. Diikuti INTP Rp 250, ADRO Rp 45, PGAS ep 35, dan AALI Rp 25 per saham.
Namun penguatan ini tak mampu menahan koreksi yang melanda UNVR sebesar Rp 650, LPPF Rp 150, ASII Rp 125, INDF Rp 50, dan ITMG Rp 25 per saham.
Jelang libur tengah pekan ini, Indes Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi 20,533 poin (0,42%) ke level 4.811,042.
Sementara dari pasar keuangan, tekanan mulai melanda mata uang rupiah. Dolar AS sore ini bergerak menguat 57 poin (0,44%) menjadi Rp 13.141.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya