Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, punya cara unik yang unik untuk mengatakan cinta. Untuk menyatakan cinta, dia mewujudkannya dengan membayar pajak.
Menurut Sri Mulyani, cara ini digunakan untuk menyatakan cintanya kepada Indonesia. Kecintaan yang ditunjukkan dengan membayar pajak ini merupakan salah satu wujud cinta warga negara Indonesia kepada negerinya.
“ If you really truly love this country, then you have to express accordingly. Kalau orang-orang bisa mengatakan, katakanlah dengan bunga (tentang) perasaan cinta Anda. Kalau saya, katakanlah cinta Anda dengan bayar pajak. Kira-kira kayak gitu,” kata Sri Mulyani dalam acara “ Dialog Perpajakan bersama Menteri Keuangan” di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, dikutip dari kemenkeu.go.id, Rabu 9 November 2016.
Dia mengatakan membayar pajak merupakan partisipasi masyarakat yang bertujuan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.
Untuk menjaring partisipasi masyarakat, Sri Mulyani ini pun memiliki isu kepercayaan (trust). Isu ini merupakan isu penting yang berpengaruh terhadap kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak.
“ So, trust is an issue. Ini adalah suatu PR buat kami. (Kalau) masyarakat ada masalah dengan trust, ini akan menjadi suatu excuse untuk tidak melakukan compliance atau kepatuhan,” kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.
Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk turut bersungguh-sungguh membayar pajak. Sebab, pajak ini berperan penting terhdap pembangunan.
“ Kalau rakyat membayar pajak hanya sekadarnya, jangan pernah heran republik ini menjadi republik sekadarnya,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya