Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dana Moneter Internasional (IMF) menyampaikan pemerintah Dubai tengah mempertimbangkan pengaturan baru mengenai biaya dan pembatasan properti.
" Jadi ada rencana penambahan biaya dan pembatasan penjualan properti guna menghindari permintaan para spekulan," tulis laporan IMF yang dikutip dari Emirates247, Senin 16 Juni 2014.
" Kenaikan biaya pendaftaran pembelian properti di Dubai sekitar 2-4 persen pada Oktober lalu ditambah dengan langkah pengaturan pasar dalam pengembangan real estate," tulis laporan itu.
Berdasarkan pengalaman global, banyak negara yang dihadapkan dengan pertumbuhan yang sangat pesat di sektor properti. Sulit untuk membedakan apakah orang ingin membeli untuk tempat tinggal atau investasi.
Hal ini menyebabkan harga properti bisa melonjak hingga 30 persen karena banyak pembeli yang justru membeli properti untuk dijual kembali dengan harga yang tinggi.
Meskipun belum diketahui langkah konkrit yang akan diperkenalkan pemerintah Dubai untuk menekan tindakan spekulatif oknum, tetapi pelaku pasar memperkirakan aturan tersebut terkait dengan aturan biaya.
" Rencana baru terkait biaya ini sangat dibutuhkan pasar guna menghindari tindakan spekulatif," ujar Kepala Riset JLL Mena Craig Plumb.
" harga properti akan naik sebagian besar didorong spekulan. Kita perlu peraturan yang ketat untuk mencegah spekulan ini," tambahnya.
Chief Executive Officer, PropSquare Real Estate, Parvees Gafur mengatakan biaya baru ini baik untuk pasar dalam jangka panjang. Dia yakin pasar properti tidak lagi didorong oleh spekulan tetapi benar-benar digunakan oleh konsumen akhir.
Pengembang di Dubai seperti Emaar Properties, Aldar Properties dan Nakheel, mengaku telah memberlakukan aturan biaya ini dengan menjual properti kepada orang yang telah melunasi 40-50% dari harga jual. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya