Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Mengawali perdagangan di pekan ketiga Juni 2014, bursa saham nasional belum bisa terangkat dari zona merah. Sentimen regional dimana sebagai bursa saham masih terkoreksi menggiring hal yang sama pada Bursa Efek Indonesia.
Pada menit-menit awal perdagangan, pemodal asing masih mencatatkan nett buy meski dalam nilai kecil. Asing membukukan nett buy sekitar Rp 3,5 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, 16 Juni 2014 dibuka di level 4.924,06. Sebanyak 50 emiten mengerek emiten ke zona merah. IHSG pagi ini tampaknya bergerak volatile setelah beberapa kali keluar masuk zona merah.
Fluktuasi gerak indeks juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).
ISSI yang dibuka melemah di zona negatif, 161,99 sempat menguat ke zona hijau. Pada perdagangan pukul 9.12 WIB, ISSI menguat 0,03 poin (0,02%) ke level 162.16.
Sebanyak 38 emiten bergerak di zona merah sementara 42 lainnya mampu bertahan di zona positif.
Sementara indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak fluktuatif. Indeks JII yang dibuka melemah di level 664,11, sempat menguat 0,28 poin (0,04%) ke level 665,57.
" Semua tergantung fund flow asingnya juga, dimana hari Jumat kemarin karena sentimen Piala Dunia masih dominan, mereka tetap dalam posisi net sell meski jumlahnya sudah mulai tidak terlalu besar," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Menurut Satrio, jika diawal minggu nanti asing masih melakukan aksi jualan, berarti IHSG juga tetap masih sulit untuk berkembang.
" Setelah penembusan resisten 4948 pada minggu kemarin, trend jangka menengah IHSG sebenarnya sudah berubah menjadi trend naik dengan potensi kenaikan hingga kisaran 5100-5200," ujar Satrio. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya