Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pekerja Wanita Muslim (redbankgreen.com)
Dream - Beberapa perusahaan konstruksi di Arab Saudi akan menangguhkan pengerjaan sejumlah proyek selama Ramadan. Itu terkait kebijakan ketenagakerjaan dari pemerintah kerajaan yang tidak mengizinkan perusahaan memperkerjakan karyawan lebih dari empat jam sehari setelah berbuka puasa.
Kebijakan waktu kerja yang lebih ringan juga ditempuh karena durasi puasa pada tahun ini berlangsung lebih dari 15 jam sehari. Ditambah lagi, para pekerja bakal menjalani aktivitas di bawah kondisi cuaca yang sangat panas.
Dengan kebijakan tersebut, kegiatan konstruksi di negara Arab ini hanya akan berlangsung selama tiga jam, yakni jam 20.00-23.00. Akibatnya, sejumlah kontraktor memutuskan menunda pekerjaannya. Para pengembang juga tak bisa memaksa memperpanjang kegiatan konstruksi di luar waktu yang ditentukan karena akan mengganggu ketenangan daerah sekitar lokasi proyek.
Abdullah Radwan, ketua komite kontraktor Kamar Dagang dan Industri (JCCI) di Jeddah, mengungkapkan 30 persen dari perusahaan-perusahaan konstruksi akan menghentikan kegiatan satu hari penuh. Alasannya, kebanyakan pekerjanya menjalani puasa pada bulan Ramadan dan diyakini tidak akan tahan bekerja di musim yang panas.
" Jadi kita hanya dapat beroperasi 8.00-11.00 malam tetapi waktu terlalu pendek di musim panas untuk melakukan aktivitas penting seperti konstruksi ini," keluh Abdullah.
Berbicara kepada Arab News, dia berkata, " Kami hanya bisa menyuruh pekerja melakukan pekerjaan ringan selama Ramadan seperti mempersiapkan bahan bangunan dan membersihkan puing-puing. Kami tidak ingin mereka terlibat dalam aktivitas konstruksi yang berat di bulan Ramadan."
Namun, ada perusahaan konstruksi yang tetap melanjutkan aktivitas pembangunan selama bulan Ramadan tanpa mengganggu warga yang tinggal dekat lokasi konstruksi karena faktor-faktor seperti memenuhi tenggat waktu penyelesaian yang mempengaruhi operasi, tambah Abdullah.
Sementara itu Departemen Tenaga Kerja Saudi telah memberlakukan kewajiban memberikan istirahat kepada buruh yang bekerja pada siang hari selama musim panas. Semua perusahaan konstruksi diharapkan untuk mengikuti aturan pembatasan jam kerja selama musim panas. Namun dengan datangnya Ramadan yang bertepatan dengan kondisi cuaca yang keras tahun ini, masalah perusahaan konstruksi menjadi bertambah.
Jika individu dan perusahaan melanggar larangan kerja siang bisa didenda hingga 10 ribu riyal atau Rp 31,44 juta per pelanggaran.
Menurut Badan Meteorologi dan Lingkungan (PME) Saudi, gelombang panas akan mendominasi wilayah barat Makkah, Madinah dan kota-kota pesisir Laut Merah. PME juga meramalkan bahwa suhu kota-kota di Arab Saudi kemungkinan menyentuh 50 derajat Celcius ke atas selama bulan Ramadan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya