Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Perusahaan makanan asal Uni Emirat Arab, Al Islami Foods tengah menjajaki peluang bisnis dengan mitra potensial untuk pasar halal seperti Malaysia dan Indonesia.
Rencana ini guna memperluas pasar produk halal di negara-negara mayoritas Muslim. Ekspansi bisnis juga ditempuh untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Muslim mengenai produk makanan halal.
Upaya ekspansi bisnis Al Islami ini menambah strategi bisnis besar yang memang tengah disiapkan perusahaan. Al Islami dikabarkan tengah membuka 1.000 lowongan pekerjaan di pabrik baru yang akan dibangunnya guna meningkatkan produksi 3 kali lipat di awal tahun 2015.
Al Islami mengumumkan rencana ekspansi itu berdasarkan laporan pertumbuhan penjualan yang meningkat tiap tahun sejak tahun 2013. Hal ini karena adanya peningkatan permintaan dari pasar-pasar baru seperti Irak, Yaman, dan Libya, serta pasar non-tradisional seperti Rusia dan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) pecahan Uni Soviet.
Perusahaan ini tahun lalu telah mengungkapkan rencana pembangunan pabrik senilai AED 100 juta dengan fasilitas pengolahan makanan baru di Dubai. Selain itu, Al Islami Foods juga mengumumkan keuntungan tahun 2013 mencapai AED 15,2 juta atau naik dari AED 9,2 juta pada tahun 2012.
Dalam sebuah pernyataan, Al Islami Foods, anak perusahaan dari Dubai Cooperative Society meskipun persaingan ketat tetapi perusahaan tersebut bisa tumbuh hingga 23%.
Pertumbuhan ini dipicu karena meningkatnya kesadaran secara global mengenai produk makanan halal di berbagai negara.
" Sementara pasar di negara Arab menunjukkan peningkatan marginal dalam hal konsumsi pangan, tetapi Al Islami bisa tetap tumbuh dengan mengembangkan pasar di luar negara Arab," ujar Pimpinan Al Islami Foods Saleh Lootah Saeed.
" Kita mendorong pemasaran dengan melakukan kampanye di media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait makanan halal," jelasnya.
Lootah menambahkan bahwa prospek pada tahun 2014 cukup menggembirakan. Perusahaan berharap bisa meningkatkan volume penjualan selama bulan Ramadhan.
" Al Islami menargetkan semakin banyaknya konsumen produk halal di dunia," tegasnya.
Dia mengatakan dalam beberapa bulan mendatang Al Islami akan mendorong perluasan produk halal guna mencapai target Dubai sebagai pusat Halal Dunia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya