Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Aksi beli investor pada emiten komoditas membalikan laju indeks bursa saham Indonesia. Tertekan di sesi pembukaan, Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menutup perdagangan di zona hijau.
Pemodal asing juga kembali menjadi motor berbaliknya laju sejumlah indeks saham acuan.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,359 poin (0,83%) ke level 166,060.
ISSI sebetulnya memulai perdagangan dengan melemah ke level 163,834. Seiring munculnya aksi beli, ISSI perlahan-lahan mulai menapak teritori positif dan sempat menyentuh level tertinggi 166,060.
Penguatan ISSI kali ini disokong kenaikan harga saham dari 106 emiten syariah. Namun, ISSI terpaksa meninggalkan 76 emiten di zona hijamerah dan 67 lainnya melaju stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,83 triliun dengan 31,86 miliar saham yang beralihtangan.
Aksi rebound juga sukses dicetak saham-saham bluechips syariah. Dibantu separuh emiten, indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 6,049 poin (0,88%) ke level 692,302.
JII sempat mencetak level tertinggi 692,671 dan terendah 678,319.
Saham bluechips syariah, UNVR yang kemarin dilanda aksi jual kini kembali perkasa. Menguat Rp 1.000, UNVR menjadi pencetak kenaikan harga saham bluechips tertinggi (top gainer).
Penghuni top gainer emiten syariah lainnya adalah AALI yang menguat Rp 575, INCO Rp 340, AKRA Rp 250, dan PTPP Rp 105 per saham.
Tak hanya indeks saham syariah yang menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut mencetak rebound. IHSG ditutup menguat 24,642 poin (0,48%) ke level 5.184,950.
Secara total, lantai bursa hari ini diguyur dana investor hingga Rp 6,45 triliun. Asing tampaknya belum cukup yakin menaruh dananya di pasar modal Indonesia.
Terbukti asing nett sell asing hingga lebih dari Rp 800 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya