6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kian serius meningkatkan kualitas layanan pada para pengguna jasa. Baru-baru ini, Citilink menerima sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001: 2015 Delay management dari badan sertifikasi ISO yang berpusat di Inggris.
Citilink merupakan maskapi LCC pertama yang menerima sertifikat ISO itu. Presiden Direktur PT Citilink Indonesia, Albert Burhan, menjelaskan sertifikat itu merupakan acuan bagi maskapainya dalam menangani keterlambatan penerbangan sesuai dengan standar internasional.
" Ini jadi bukti kesungguhan dan ketaatan kami terhadap peraturan yang ditetapkan Kemenhub," ungkapnya saat dijumpai di Redtop Hotel Jakarta Pusat pada Selasa, 5 Januari 2016.
Sebelum mendapatkan sertifikasi tersebut,, Citilink telah melalui serangkaian proses seleksi yang cukup panjang. Selama tiga bulan, perusahan maskapai ini harus melewari 17 prosedur, 14 uraian jabatan, 11 dokumen, 11 dokumen dan 27 formulir.
Citilink juga harus melalui proses audit lapangan dari British Standar Institute (BSI) sengan melakukan pemeriksaan ke 25 stasion domestik Citilink. Kemudian audit dilakukan pula dalam bidang KK dan ground handling, tiap-tiap customer service, operation control center, dan call center.
" Semoga dengan diberlakukan delay management ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat twrhdap layanan citilink," tutup Albert.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya