Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah mengakui dampak perlambatan ekonomi global sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2015. Meski meluncur 8 paket kebijakan ekonomi, strategi ini dianggap belum cukup kuat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,73%. Padahal, target pertumbuhan yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2015 sebesar 5,7%.
Menurut laporan, pertumbuhan ekonomi ini didorong konsumsi rumah tangga dan percepatan pengeluaran pemerintah, terutama di semester kedua tahun ini. Pertumbuhan konsumsi ditopang beberapa kebijakan untuk mempertahankan daya beli masyarakat, seperti peningkatan penghasilan tidak kena pajak dan penguatan jaring pengaman sosial.
Pemerintah mampu menjaga inflasi tahun ini dengan baik. Dari asumsi yang diperkirakan sebesar 5% pada tahun ini, realisasi inflasi hanya 3,1%. Sementara itu, tingkat bunga Suku Bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan berada sedikit di bawah asumsi yang sebesar 6,2%, yaitu 5,97%.
Nilai tukar diperkirakan mencapai Rp 13.392 hingga akhir tahun atau berada di atas asumsi yang sebesar Rp 12.500 per dollar AS. Harga minyak US$ 50 per barel atau di bawah asumsi yang sebesar Us$ 60 per barel.
Realisasi lifting minyak dan gas jauh di bawah target. Dalam asumsi makro 2015, lifting minyak ditargetkan 825 ribu barel/hari, tetapi realisasinya hanya 779 ribu barel/hari. Sedangkan lifting gas diasumsikan 1.221 MBOEPD hanya terealisasi 1.195 MBOEPD.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya