Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini, Senin 8 April 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Bursa saham Indonesia tertekan sentimen negatif dari regional dan global. Di tengah aksi beli pemodal asing, indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) jutru banyak yang berguguran. Termasuk di dalamnya tiga indeks acuan saham syariah.
Sentimen tingkat pengangguran Amerika Serikat yang stagnan memicu spekulasi The Federal Reserves akan kembali mengatur tingkat suku bunga acuannya. Kondisi ini ditanggapi negatif pelaku pasar dunia.
Tekanan pada indeks saham memang sudah diprediksi para analis. Hal itu melihat pada pola pergerakan indeks yang cenderung bergerak ke arah support.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 8 April 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), gagal bertahan setelah dibuka menguat di sesi prapembukaan.
ISSI menutup perdagangan awal pekan ini dengan koreksi 2,029 poin (1,06%) ke level 188,404. ISSI sempat menguat di level 190,442 ketika perdagangan dimulai dan bergerak fluktuatif. ISSI menyentuh level tertinggi di 190,684 dan terendah di 187,643.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga mengalami tekanan jual dan turun 6,793 poin (0,69%) ke level 699,603. Sementara Indeks JII70 melemah 2,226 poin (0,95%) ke level 232,905.
Banyaknya sektor saham yang berguguran membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 48,425 poin (0,75%) ke level 6.425,734.
Investor banyak melepas sahamnya di sektor infrastruktur, pertanian, dan barang konsumsi. Ketiga indeks sektoral ini merosot masing-masing sebesar 2,06 persen, 1,3 persen, dan 1,18 persen.
Penguatan indeks keuangan sebesar 0,03 persen tak bisa menahan laju pelemahan perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DUTI yang harga sahamnya naik Rp425, CPIN Rp225, GHON Rp215, SCCO Rp150, dan UNIC Rp150.
Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp800, ITMG Rp675, MAPA Rp650, MKPI Rp500, dan UNTR Rp450.
Pada pukul 16.13, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru menguat. Kurs dolar beringsut 28 poin (0,19%) ke level Rp14.154.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya