Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Selain Lotus, Ada Juga Ritel-ritel Yang Berguguran Karena Bisnis Ritel Semakin Berat.
Dream – Toko ritel legendaris Tanah Air, Lotus Department Store menjadi sorotan publik. Gerai Lotus yang berada di Jantung Jakarta yakni di Jl MH Thamrin, akan tutup bulan ini.
Kabar itu dibenarkan oleh PT Mitra Adi Perkasa (MAP) Tbk. Sekretaris Perusahaan MAP, Fetty Kwartati, mengatakan perusahaannya telah melakukan restrukturisasi di divisi departement store. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja divisi tersebut.
“ Company sedang melakukan restructuring divisi department store untuk meningkatkan overall kinerja department store,” kata Fetty ketika dihubungi Dream, di Jakarta, Selasa 24 Oktober 2017.
Beredar kabar bahwa penjualan di sana turun. Tak hanya itu, mal tersebut sepi pengunjung. Ketika ditanya kebenaran informasi itu, Fetty tak menjawab.
Selain Lotus, ada juga ritel-ritel yang bisnisnya `tutup warung` alias berguguran karena bisnis ritel yang tertekan, salah satunya adalah penjualan lesu.
Yang pertama adalah Ramayana. Ya, ada kabar yang menyebutkan PT Ramayana Lestari Sentosa menutup delapan gerainya di seluruh Indonesia, termasuk di Surabaya dan Pontianak.
Dilansir dari Merdeka.com, Sekretaris Perusahaan Ramayana, Setyadi Surya, penutupan gerai ini tak berarti operasi Ramayana setop. Perusahaan tersebut hanya mengubah format gerai yang semula supermarket menjadi department store.
Setyadi mengatakan pihaknya telah melakukan konsolidasi dan kajian untuk bisnis supermarket. Persaingan di bisnis ritel sudah sangat keras dengan banyaknya kompetitor yang turut mengubah gerainya.
“ Kompetitor juga mengubah bisnisnya untuk bersaing di bisnis ritel,” kata dia.
Yang kedua adalah Matahari. PT Matahari Department Store Tbk menutup dua tokonya, satu di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai. Sejak diumumkan akan ditutup pada pertengahan September 2017, pelanggan langsung menyerbu dua toko tersebut. Hal ini disebabkan oleh dua toko Matahari mengadakan sale, termasuk untuk produk sepatu dan fesyen. Barang-barang yang dijual di sana didiskon 20-75 persen.

Merchandising and Store Operation Director Matahari, Christian Kurnia, mengklaim tak ada lagi penutupan gerai Matahari lagi. Yang ada, mereka akan membuka delapan toko di Pulau Jawa.
“ Rencananya buka enam sampai delapan toko. Lokasinya ada di luar kota, termasuk Malang,” kata Christian.
Selanjutnya ada Seven Eleven (7even/Sevel). Penutupan ritel yang satu ini memang sempat menghebohkan publik. Semua ritel Sevel di Indonesia tutup. PT Modern Sevel Indonesia menutup semua gerai convience store Sevel pada 30 Juni 2017. Ada 133 gerai Sevel yang berhenti beroperasi.

Dilansir dari Merdeka.com, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N. Mandey, mengatakan bahwa tutupnya ritel disebabkan oleh beragam faktor seperti besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh Sevel dan regulasi pemerintah yang tak mendukung bisnis Sevel. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya