Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Banyak pengamat menilai tahun 2016 lebih baik dibandingkan tahun 2015. Namun, dampak krisis ekonomi di tahun lalu itu masih terasa hingga di awal tahun ini.
" Tahun ini lebih baik dari tahun lalu, tetapi uncertainty-nya masih ada. Buktinya, di 3 minggu awal tahun ini saja kita lihat, China dan Amerika turunnya cukup dalam, Dow itu dari kepala 17 ribuan, kemarin di kepala 16 ribu, besar dalam waktu singkat," ujar President Director PT Mandiri Manajemen Investasi di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2016.
Namun, Hanif menyebutkan ada fenomena menarik dari sikap para investor Tanah Air, yaitu mereka cukup tahan terhadap beberapa faktor global.
" Positif poinnya di kita adalah kita cukup resilience. Indeks kita pada saat Dow turun malah kita positif, ini fenomena yang baik bagi kita," tegasnya.
Kondisi inilah yang menjadikan Indonesia menarik bagi investor asing. Selain itu, lanjut Hanif, ada dua yang menjadikan Indonesia sebagai primadona investasi di ASEAN.
" Kita punya room yang besar, satu karena penurunan tingkat bunga, kedua politik kita relatif stabil dibanding yang lain. Tahun lalu kita cukup gonjang-ganjing tapi market kita resilience," tegasnya.
Hal ini sangat berbeda dengan kondisi negara tetangga. Hanif mencontohkan, seperti Filipina yang kini masuk masa Pemilu dan harga investasi yang mulai mahal.
Sementara, Malaysia dan Singapura yang terlalu mengandalkan ekspor ke China. Serta, Thailand yang kini kondisi politiknya belum sesuai keinginan investor.
" Jadi dengan kondisi ini, kita harapkan (pasar) di Indonesia lebih baik," pungkasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya