Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) memperkirakan pertumbuhan reksadana syariah bakal pesat di tahun ini. Dengan syarat, pembangunan infrastruktur bisa terealisasi secepatnya sebagai alternatif underlying dalam penerbitan reksadana ini.
" Dengan adanya sektor infrastruktur yang tahun ini banyak dieksekusi maka potensi reksadana syariah akan besar," ujar President Director MMI Muhammad Hanif di Jakarta, Rabu, 20 Januari 2016.
Sementara untuk reksadana syariah luar negeri yang menjadi produk baru reksadana tahun ini, Hanif menyatakan hal tersebut merupakan terobosan besar untuk pertumbuhan reksadana syariah. Dinilai Hanif, akan banyak peminat dari kalangan ritel untuk berinvestasi di instrumen ini.
" (Reksadana syariah luar negeri) ini diversikasi yang baik bagi investor. Kita yang pertama nih yang punya portofolionya di asing. Ini artinya kita punya confident," tegasnya.
Lebih lanjut Hanif menjelaskan MMI memang telah berencana menerbitkan reksadana syariah luar negeri di tahun ini. Alasannya pertumbuhan jumlah peminat di luar negeri yang terus meningkat.
" Kita juga ada reksadana saham yang 15 persen bisa investasi di luar negeri. Tahun lalu tumbuh, meski tidak terlalu besar karena masih tertekan, tapi reksadana yang investasi ke luar ini tumbuh Rp 25-150 miliar, ini dari investor ritel bukan institusi," ungkapnya.
Untuk saat ini, MMI masih mengkaji mengenai waktu dan negara tempat dana investasi ini akan ditanam. Namun, menurut Hanif, MMI akan meluncurkan reksadana syariah luar negeri ini sekitar kuartal I dan II tahun 2016.
" Beberapa manajer investasi kan submit proposal ke OJK. Kita sendiri sedang jajaki. Mungkin kuartal pertama ada progres," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya