Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - PT Mandiri Manajamen Investasi berencana mengeluarkan produk terbarunya, yaitu Reksadana Syariah Luar Negeri. Produk ini direncanakan bisa dijual sekitar kuartal I dan II tahun ini.
" Beberapa manajer investasi kan submit proposal ke OJK. Kita sendiri sedang jajaki. Mungkin kuartal pertama ada progres," ujar President Director MMI, Muhammad Hanif di Jakarta, Rabu, 20 Januari 2016.
Mengenai underlying asset yang berada di luar negeri, Hanif menyatakan pihaknya telah meminta pihak konsultan yang kompeten untuk memilih efek saham perusahaan di luar negeri. Kemungkinan negara-negara yang menggunakan mata uang dollar Amerika Serikat.
" Kebanyakan kalau yang kita lihat dollar AS, ada juga negara Eropa currency, euro sama poundsterling, paling banyak dollar AS," ujarnya.
Namun, dipastikan reksadana syariah ini tidak akan dijual untuk membeli saham perusahaan di Timur Tengah. Kemungkinan paling besar di Jerman, atau negara-negara yang tidak terkena dampak penguatan dollar atau jatuhnya harga komoditas.
" Untuk apa investasi di sana (Timur Tengah), mereka saja investasi di luar negeri. Jerman kali ya, tapi negara-negara Eropa punya potensi lebih baik dibanding Asia," ujar Hanif.
" Intinya yang dengan perlambatan ekonomi China yang menyebabkan tertekannya market membuat kita menahan diri dari Asia," tambahnya.
Hanif yakin, reksadana syariah luar negeri ini akan laris. Pasalnya, berkaca dari kinerja reksadana luar negeri yang telah dijual MMI, pertumbuhannya cukup baik pada tahun lalu, meski kondisi ekonomi dalam perlambatan.
" Kita juga ada reksadana saham yang 15 persen bisa investasi di luar negeri. Tahun lalu tumbuh, meski tidak terlalu besar karena masih tertekan, tapi reksadana yang investasi ke luar ini tumbuh Rp 25-150 miliar, ini dari investor ritel bukan institusi," ungkapnya.
Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan mengenai penerbitan reksadana syariah luar negeri. Reksadana syariah ini memberikan kesempatan pemodal berinvestasi 51-100 persen pada efek syariah yang diterbitkan pihak penerbit Daftar Efek Syariah (DES).
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan