Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Nama Alwaleed bin Talal kembali menjadi perbincangan. Tapi bukan karena prestasi atau aksi korporasi mencengkannya. Orang terkaya Arab Saudi ini ditangkap oleh saudarnya sendiri, Pangera Muhammad bin Salman.
Publik mengenal Alwaleed sebagai orang terkaya yang memiliki saham di perusahaan raksasa seperti Citigroup, Euro Disney, Apple, Twitter, 21st Century Fox, dan Lyft.
Di tangan Alwaledd pula Saudi menabuh genderang perang dengan Uni Emirat Arab (UEA). Dia berambisi mendirikan gedung pencakar langit yang bakal menjadi yang tertinggi di dunia.
Tapi semua tenggelam saat namanya masuk dalam daftar pangeran yang dituntut karena tindakan korupsi. Fakta-fakta tersembunyi di balik sosok Al Waleed pun pelan-pelan mulai bermunculan.

Mengutip laporan Washingtonpost.com, Senin, 6 November 2017, Alwaleed memang salah satu keturuan dari mendiang Raja Abdulaziz al-Saud, pendiri Arab Saudi. Tapi tak disebutkan jika ayah Alwaleed pernah melakukan pemberontakan terhadap kerajaan di tahun 1960-an dan merusak langkah garis keturunannya menjadi pewaris tahta.
Dalam wawancaranya dengan Vanity Fair, Alwaleed pernah bercerita soal pengalaman masa mudanya yang pernah diberi segepok uang oleh orang tuanya. Kala itu Alwaleed yang masih berusia 30 tahun baru saja pulang dari kuliahnyadi Menlo College di California, AS. Dia mengantongi sarjana bisnis di tahun 1985.

Alwaleed, seperti tulis Vanity Fair, mengaku mendapat uang senilai US$30 ribu setara Rp 406 juta. Namun dalam waktu setahun, uang itu sudah habis.
" Dia kembali meminta ke ayahnya US$ 300 ribu sekitar Rp 4,06 miliar. Kali ini butuh tiga tahun untuk kehilangan uangnya itu."
Kisah ketiga lebih indah. Ayah Alwaleed memberikannya sebuah rumah daripada uang seraya berpesan, " Carilah kerja sendiri." Rumah itu ternyata dia jaminkan untuk mengajukan pinjaman dan dimulailah perjalanan bisnisnya sebagai seorang wirausahawan.
Beberapa kalangan berspekulasi jika Alwaleed berutang cukup besar pada perusahaan minyak yang dikelola keluarga kerajaan.
![]()
Hingga waktu berjalan, sang pangeran mendadak menduduk peringkat teratas sebagai miliarder terkaya di tahun 1990. Bukan karena hartanya dari perusahaan di dalam kerajaan keluarga. Tapi dari dana investasi yang dimilikinya di perusahaan keuangan ternama Citicorp.
Sejak saat itulah nama Alwaleed menjadi terkenal di dunia. Dia berminta dengan Stephen K Bannon di akhir 1990-an. Menjual kapal pesiar ke Donald Trump yang kini menjadi presiden AS. Serta menjadi pemegang saham dari perusahaan kelas kakap semacam Apple, News Corp, dan Twitter.
Jejak Alwaleed masih panjang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya