Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Transaksi Non Tunai.
Dream – Tren transaksi non tunai baru digencarkan pemerintah beberapa tahun terakhir. Tahukah Sahabat Dream jika selama ini ada sebuah negara yang masyarakatnya sama sekali enggan menggunakan uang tunai.
Dalam melakukan transaksi apapun, masyarakatnya lebih memilih bertransaksi dengan kartu pembayaran.
Dikutip dari Liputan6.com, Minggu 5 Mei 2018, bank sentral Swedia, Riksbank, menyebut penduduk Swedia memiliki akses kartu pembayaran dan sedikit warganya yang bertransaksi dengan uang tunai. Sebanyak 85 persen warganya memiliki akses perbankan online.
Ada beberapa alasan penduduknya enggan bertransaksi secara tunai. Pertama, lebih dari setengah penduduk Swedia memiliki aplikasi pembayaran instan ternama, Swish. Kedua, para riteler memilih bertransaksi dengan kartu atau mobile. Teknologi ini berkembang pesat mengubah minat orang-orang terhadap pembayaran.
Riksbank mencatat sirkulasi uang kertas dan logam terus turun. Hal ini disebabkan oleh penduduknya yang tak pernah menarik uang dan menggunakan metode digital untuk membayar apa pun.
Riset Capgemini dan BNP Paribas memprediksi jumlah uang yang beredar pada 2020 akan mencapai 0 persen. Situasi ini bisa terbilang parah karena Riksbank harus mengeluarkan peringatan karena penduduknya hampir tak mau menggunakan uang tunai lagi.
Gubernur Riksbank, Stefan Ingves, mengatakan ada bahaya yang mengintai jika penduduknya menggunakan pembayaran non tunai. Itu artinya, hanya segelintir pemain komersial yang bertanggung jawab terhadap seluruh pembayaran di Swedia. Plus, rakyat juga dianggap tidak akan siap jika ada krisis sewaktu-waktu
(Sumber: Liputan6.com/Siska Amelie F. Deil)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya