Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Munculnya sinyal penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mendorong aksi beli saham pelaku pasar. Lantai bursa pun mulai banyak dipenuhi sentimen positif.
Alhasil, hampir seluruh indeks saham acuan menutup perdagangan dengan bergerak positif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 15 Januari 2015, dua indeks saham syariah Indonesia bergerak nyaman di zona hijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menguat 1,141 poin (0,69%) ke level 167,16.
Sebanyak 35,89 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melibatkan dana investor hingga Rp 3,68 triliun.
Kembalinya pemodal ke lantai bursa mengangkat 116 emiten syariah ke zona hijau. Sisanya, 66 emiten ISSI bergerak melamah dan 58 lainnya stagnan.
Sepanjang perdagangan hari ini, ISSI bergerak nyaman di zona hijau. Aneka sentimen positif yang menerpa pasar membuat ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 167,35 dan terendah di 166,32.
Laju positif juga dicetak 20 emiten bluechips syariah. Melemahnya 7 emiten unggulan syariah tak membuat indeks Jakarta Islamic Index (JII) menjadi loyo.
Indeks JII sore ini menutup perdagangan dengan menguat 5,908 poin (0,87%) ke level 687,56. JII sempat mencetak level tertingginya di 688,99.
Secara keseluruhan, indeks saham acuan BEI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sore ini menguat 29,044 poin (0,56%) ke level 5.188,71. Indeks masih belum bisa beranjak ke zona 5.200.
Aksi belanja pelaku pasar mengangkat 109 saham mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sisanya, 110 emiten melaju lemah dan 100 lainnya diam di tempat.
Pasar modal Indonesia sepanjang hari ini diguyur dana hingga Rp 6,09 triliun. Sayang, investor asing masih belum berani masuk pasar modal domestik. Asing membukukan nett sell Rp 620 miliar.
Momentum sinyal penurunan harga BBM membuat investor memburu saham-saham aneka industri yang memimpin kenaikan usai menguat 2,54 persen. Emiten lain yang tersengat aksi beli adalah properti 1,09 persen, industri dasar 1,02 persen, dan manufaktur 1,00 persen.
Satu-satunya indeks saham sektoral yang bergerak melemah adan emiten perdagangan dengan koreksi 0,15 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya