Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tertekan di awal pembukaan, bursa saham syariah Indonesia bisa menutup perdagangan di zona hijau. Meski aksi jual jelang penutupan membuat indeks turun dari posisi tertingginya.
Koreksi dalam saham emiten perkebunan, AALI, sempat memicu kecemasan investor terhadap kinerja kelompok Astra International Tbk.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 25 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,597 poin (0,41%) ke level 147,380.
Anjloknya harga saham AALI juga mampu diredam indeks saham bluechips syariah yang ditutup menguat. Indes Jakarta Islamic Index (JII)naik 3,107 poin (0,50%) ke level 623,926.
Baik indeks ISSI maupun JII, sempat tertekan di awal perdagangan. Membuka perdagangan dengan kenaikan tipis, ISSI dan JII jatuh ke zona negatif.
Fluktuasinya laju indeks saham ini tak lepas dari sikap investor yang memilih posisi wait and see terhadap laporan kinerja perusahaan.
Beruntung investor asing untuk sementara menahan aksi jual saham meski masih mencetak nett sell. Lebih rendah dari kemarin, nilai nett sell asing kali ini mencapai Rp 23,76 miliar.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 2,88 triliun. Aksi beli berhasil mendorong 83 emiten syariah ke zona positif. Namun 84 lainnya tertekan ke zona merah dan 52 penghuni ISSI memilih bertahan stagnan.
Ambruknya harga saham AALI membuat indeks sektor perkebunan turun tajam hingga 2,14 persen. Koreksi dalam juga mulai terjadi pada emiten keuangan 0,65 persen, properti 0,48 persen, dan pertambangan 0,24 persen.
Papan perdagangan JII kali ini dihuni top gainer dari saham-saham UNVR yang naik Rp 725, UNTR Rp 350, INTP Rp 200, JSMR Rp 100, dan SMGR Rp 100 per saham.
Selain AALI yang menghuni koreksi dalam, pemuncak top losser indeks JII kali ini dihuni juga oleh INDF yang turun Rp 150, ICBP, ITMG, SILO yang masing-masing turun Rp 100 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah terus bergerak positif. Sore in rupiah naik 20 poin (0,15%) menjadi 13.391 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya