Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ketua DSN MUI, KH Maruf Amin (dsnmui.or.id)
Dream - Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengapresiasi kinerja penerbitan surat utang syariah (Sukuk) Negara yang dianggap mencapai hasil menggembirakan.
Di awal tahun ini, pemerintah dianggap sukses menerbitkan Sukuk Negara berdenominasi dolar AS yang menjadi primadona investor.
" Sukuk negara Indonesia berdenominasi dolar amerika telah menjadi primadona dan menjadi negara nomor 1 yang melakukan penerbitan Sukuk Negara dengan denominasi US Dollar di dunia dengan total penerbitan sebesar US$ 7 miliar," kata Ketua DSN MUI, KH Maruf Amin dalam sambutannya mengutip laman dsnmui.or.id.
Dengan nilai tersebut, Indonesia memang melaju lebih cepat dibandingkan dua pusat ekonomi syariah dunia. Malaysia diketahui baru menerbitkan sukuk sejenis dengan nilai kurang dar US$ 5 miliar. Sedangkan Uni Emirat Arab baru menerbitkan senilai US$ 5 miliar.
Menurut Maruf, terobosan sukuk negara berbasis proyek dan kombinasinya dengan barang milik negara lewat akad ijarah asset to be leased dan wakalah telah sangat membantu menaikkan posisi penawaran sukuk negara Indonesia di mata dunia.
" Kunci keberhasilan pengembangan keuangan syariah adalah kerjasama dan saling mendukung yang tidak hanya bersifat cair, namun juga budgeter yang solid antar semua stakeholders keuangan syariah," katanya.
Dengan prestasi cemerlang di awal tahun ini, DSN MUI mengakui pengembangan industri secara keseluruhan, perlu lebih mengembangkan basis profesionalisme syariah pada pelaku melalui kerjasama sertifikasi yang diketahui dan diotorisasi regulator bagi pelaku. Lewat strategi ini diharapkan pemahaman syariah (sharia awareness) benar-benar tercermin dan terkedepankan pada setiap keputusan bisnis lembaga keuangan syariah.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?