Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Bursa saham syariah kembali ke zona hijau setelah investor berburu saham sektor barang konsumsi. Pelaku pasar masih menahan diri mengoleksi portofolionya sambil menunggu keluarnya laporan keuangan para emiten.
Tekanan juga muncul dari posisi investor asing yang belum lepas dari aksi jual.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 25 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,472 poin ke level 147,255.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga dibuka menguat 2,705 poin ke level 623,524.
Meski menguat, laju kedua indes syariah ini masih fluktuatif. Hingga pukul 09.38 WIB, ISSI sempat turun ke zona negatif dengan level terendah di 146,716.
TRansaksi perdagangan saham relatif sepi dengan baru mencetak nilai Rp 520,17 miliar.
Dari 7,24 miliar saham yang diperdagangkan, sebanyak 80 emiten ISSI telah beranjak ke zona hijau. Sementara 44 lainnya belum lepas dari tekanan jual dan 42 emiten syariah bertahan stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral sudah mulai kembali dilanda aksi beli. Kecuali emiten perkebunan yang sudah turun 2,14 persen dan industri aneka 1,20 persen.
Emiten barang konsumsi memimpin laju indeks sektoral dengan kenaikan 0,90 persen dan perdagangan 0,75 persen.
Dari kawasan regional, indeks utama Asia juga didominasi penguatan. Hanya Shanghai Composite dan Hang Seng yang mulai melemah 1,56 persen dan 0,47 persen.
Kurs rupiah pagi ini sempat dibuka menguat meski pada pukul 09.41 WIB, rupiah turun tipis 5 poin (0,04%) menjadi 13.416 per dolar AS.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?