Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia menguat signifikan di penutupan perdagangan pekan ketiga Desember 2014. Sayangnya, penguatan kali ini tertekan aksi jual besar-besaran pemodal asing.
Hingga sesi penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 19 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 31,276 poin (0,61%) ke level 5.144,61.
IHSG sebetulnya sempat menguat lebih besar usai menyentuh level tertinggi di 5.162,37. Sayang, aksi jual jelang penutupan memangkas laju kenaikan.
Pasar modal Indonesia jelang libur akhir pekan ini ramai dengan transaksi pelaku pasar. Sebanyak 137,35 miliar saham telah beralihtangan dengan dana mencapai Rp 9,17 triliun.
Besarnya jumlah dana yang berputar tak diikuti aksi beli pemodal asing. Para investor luar negeri ini justru membawa pulang dananya hingga Rp 1,89 triliun.
Aksi jual beli investor ini membuat 190 emiten bertengger di zona hijau. Sementara 133 lainnya melemah dan 84 emiten memilih stagnan.
Emiten di sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 1,79 persen, diikuti industri dasar 1,19 persen, dan pertanian 0,66 persen. Seluruh sektor saham kali ini bergerak nyaman di zona hijau.
Tren positif juga melanda dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,94 poin (0,57%) ke level 165,62.
Aksi beli investor terhadap 56,92 miliar saham syariah telah membuat pasar modal dikucuri dana Rp 4,22 triliun.
Tercatat 112 emiten menutup perdagangan di zona hijau sementara 89 lainnya masih tertinggal di zona merah.
Sepanjang hari ini, indeks ISSI tampak nyaman berjalan di zona hijau. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 166,38 dan terendah 165,13.
Kondisi yang sama juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 3,68 poin (0,55%) ke level 679,18.
Jumlah emiten yang bergerak menguat dan melemah bersaing ketat dengan melibatkan 14 emiten. Sementara 2 emiten lainnya bertahan di level sebelumnya.
Dari pasar keuangan, laju rupiah terus menunjukan keperkasaannya. Kurs rupiah sore ini menguat 76 poin (0,60%) menjadi 12.486 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya