Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

`Krisis` Mereda, Indeks Syariah Tancap Gas

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 18 Desember 2014 16:28
`Krisis` Mereda, Indeks Syariah Tancap Gas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat 77,69 poin (1,54%) ke level 5.113,34.

Dream - Indeks bursa saham Indonesia melesat tinggi usai meredanya krisis kecil yang melanda pasar keuangan dunia. Aksi beli pemodal domestik cukup tangguh menahan penarikan dana dari investor lokal.

Krisis yang dimaksud adalah harga minyak mentah dunia hanya terkoreksi tipis dan nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 18 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat 77,69 poin (1,54%) ke level 5.113,34.

Kembalinya IHSG ke level 5.100 disokong kenaikan harga saham dari 214 emiten. Laju penguatan tertahan karena adanya koreksi harga saham yang melanda 112 emiten.

Mulai Meredanya sentimen negatif dari global membuat lantai bursa kebanjiran aksi jual beli investor. Tercatat 102,23 miliar saham telah diperdagangkan pelaku pasar dengan dana berputar hingga Rp 6,69 triliun.

Pasar modal tampaknya didominasi aksi beli investor lokal. Terbukti, investor asing justru mencatatkan nett sell signifikan hingga Rp 819,51 miliar.

Seluruh sektor saham ditutup di zona hijau dengan kenaikan cukup signifikan. Penguatan tertinggi dialami emiten sektor agribisnis yang naik 2,31 persen, diikuti barang konsumsi 2,25 persen, industri aneka 2,09 persen, dan manufaktur 2,04 persen.

Indeks saham tambang yang beberapa hari terakhir tertekan penurunan harga minyak dunia juga ikut menguat tipis 0,30 persen.

Tak cuma IHSG, lompatan signifikan juga dialami indeks saham syariah di BEI. Bahkan persentase kenaikannya melewati IHSG.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 2,79 poin (1,73%) ke level 164,68. ISSI disokong naiknya harga saham dari 132 emiten sedangkan 65 lainnya melemah dan 51 emiten bergerak stagnan.

Sebanyak 46,02 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melahirkan dana segar hingga Rp 3,78 triliun.

Kondisi relatif aman yang dirasakan investor membuat ISSI bergerak nyaman di zona hijau. Dibuka menguat, ISSI hanya menyentuh level terendah di 163,28, atau sama dengan sesi pra pembukaan. Laju tertinggi ISSI dicetak di sesi penutupan perdagangan di level 164,68.

Hal yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 13,89 poin (2,10%) ke level 675,49.

Daftar penghuni JII didominasi kenaikan harga saham dari 26 emiten. Sebaliknya, 4 emiten unggulan syariah terkena aksi jual investor.

Emiten pencetak kenaikan tertinggi (top gainer) saham syariah kali ini dihuni oleh UNVR yang menguat Rp 1.000, AALI Rp 900, INTP Rp 450, SMGR Rp 450, dan PTBA Rp 400 per saham.

Sementara empat emiten bluchips syariah yang mencetak koreksi adalah AKRA yang turun Rp 100, INCO Rp 90, MPPA Rp 45, dan ANTM Rp 15 per saham. (Ism)

Beri Komentar