Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks bursa saham Indonesia melesat tinggi usai meredanya krisis kecil yang melanda pasar keuangan dunia. Aksi beli pemodal domestik cukup tangguh menahan penarikan dana dari investor lokal.
Krisis yang dimaksud adalah harga minyak mentah dunia hanya terkoreksi tipis dan nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 18 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat 77,69 poin (1,54%) ke level 5.113,34.
Kembalinya IHSG ke level 5.100 disokong kenaikan harga saham dari 214 emiten. Laju penguatan tertahan karena adanya koreksi harga saham yang melanda 112 emiten.
Mulai Meredanya sentimen negatif dari global membuat lantai bursa kebanjiran aksi jual beli investor. Tercatat 102,23 miliar saham telah diperdagangkan pelaku pasar dengan dana berputar hingga Rp 6,69 triliun.
Pasar modal tampaknya didominasi aksi beli investor lokal. Terbukti, investor asing justru mencatatkan nett sell signifikan hingga Rp 819,51 miliar.
Seluruh sektor saham ditutup di zona hijau dengan kenaikan cukup signifikan. Penguatan tertinggi dialami emiten sektor agribisnis yang naik 2,31 persen, diikuti barang konsumsi 2,25 persen, industri aneka 2,09 persen, dan manufaktur 2,04 persen.
Indeks saham tambang yang beberapa hari terakhir tertekan penurunan harga minyak dunia juga ikut menguat tipis 0,30 persen.
Tak cuma IHSG, lompatan signifikan juga dialami indeks saham syariah di BEI. Bahkan persentase kenaikannya melewati IHSG.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 2,79 poin (1,73%) ke level 164,68. ISSI disokong naiknya harga saham dari 132 emiten sedangkan 65 lainnya melemah dan 51 emiten bergerak stagnan.
Sebanyak 46,02 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melahirkan dana segar hingga Rp 3,78 triliun.
Kondisi relatif aman yang dirasakan investor membuat ISSI bergerak nyaman di zona hijau. Dibuka menguat, ISSI hanya menyentuh level terendah di 163,28, atau sama dengan sesi pra pembukaan. Laju tertinggi ISSI dicetak di sesi penutupan perdagangan di level 164,68.
Hal yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 13,89 poin (2,10%) ke level 675,49.
Daftar penghuni JII didominasi kenaikan harga saham dari 26 emiten. Sebaliknya, 4 emiten unggulan syariah terkena aksi jual investor.
Emiten pencetak kenaikan tertinggi (top gainer) saham syariah kali ini dihuni oleh UNVR yang menguat Rp 1.000, AALI Rp 900, INTP Rp 450, SMGR Rp 450, dan PTBA Rp 400 per saham.
Sementara empat emiten bluchips syariah yang mencetak koreksi adalah AKRA yang turun Rp 100, INCO Rp 90, MPPA Rp 45, dan ANTM Rp 15 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya