Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Indeks Syariah Dan Rupiah Kinclong Hari Ini. (Foto: Antarafoto.com)
Dream - Momen Hapitnas tak mengurangi semangat pelaku pasar untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Dengan sentimen kurs rupiah yang kembali menguat, sebagian besar indeks acuan bergerak mengaut.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga akhirnya kembali ke level 6.000 setelah terakhir kali disentuhnya pada 2 Mei 2018 lalu.
Kembali bersemangatnya pelaku pasar ikut mendorong indeks acuan saham syariah turut menguat.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan harian BEI, Senin, 28 Mei 2018 dengan menanjak 1,546 poin (0,86%) ke level 179,876. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka melemah di level 178,176.
Dengan dukungan 20 emiten unggulan syariah yang bergerak menguat, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak naik 7,309 poin (1,07%) ke level 692,695.
Hal sama dialami indeks bluechip syariah baru, Jakarta Islamic Index 70 (JII70) yang menanjak 2,249 poin (0,99%) ke level 229,528.
Mayoritas indeks sektoral juga bergerak menghijau. Emiten di sektor keuangan dan infrastruktur paling diincar investor dengan kenaikan indeks melesat masing-masing sampai 2,86 persen dan 2,51 persen.
Sementara saham-saham di sektor komoditas kembali mengalami tekanan masing-masing pertanian 0,24 persen dan pertambangan 0,14 persen. Sektor industri aneka juga mengalami tekanan 0,83 persen,
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini meningkat tajam. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, lantai bursa diguyur dana Rp4,56 triliun dari 61,37 miliar lembar saham yang ditransaksikan.
Emiten-emiten JII yang menghuni daftar pencetak kenaikan tertinggi adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp500, ICBP Rp325, UNVR Rp300, PGAS Rp150, dan TLKM Rp130.
Sebaliknya, top loser bluechips syariah sebagian besar dihuni saham-saham komoditas seperti UNTR yang harga sahamnya melorot Rp1.300, INCO Rp90, PTBA Rp90, ASII Rp75, dan LSIP Rp25.
Dari pasar uang, Alhamdulillah, dolar AS sudah mulai lengser dari posisi Rp14 ribu. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menguat 132 poin (0,93) ke level Rp13.993 per dolar. Kurs rupiah bertahan di zona hijau dan menyentuh level tertinggi di Rp13.943 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya