7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, Memamerkan Dua Penghargaan Yang Diraih Baznas (Istimewa)
Dream - Inovasi yang dilahirkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali meraih penghargaan. Tidak tanggung-tanggung, Baznas mendapat dua penghargaan di ajang Indonesia Community Engagement Award (ICEA) 2018.
Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengaku bersyukur atas penghargaan ini. Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi asupan semangat bagi Baznas untuk meningkatkan kinerja.
" Alhamdulillah, dengan penghargaan ini Baznas semakin sadar bahwa, semakin Baznas memperhatikan masyarakat, kredibilitas Baznas terus meningkat," ujar Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 21 Desember 2018.
Bambang menjelaskan ada dua program yang mendapat penghargaan bergengsi di tahun ini. Program pertama yaitu Zakat Community Development (ZCD) melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangan, Jambi.
" PLTMH ini merupakan inovasi Baznas dalam memberikan akses listrik yang dapat memberi dampak jangka panjang," ucap dia.
Program ini, kata Bambang, mendapatkan apresiasi dari United Nations Development Programme (UNDP).
Sedangkan program kedua yang juga mendapatkan penghargaan yaitu Kampung Tanggap Bencana (Katana). Program ini dibuat sebagai media edukasi untuk memunculkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
Program tersebut sudah berjalan di sejumlah daerah seperti Cilacap, Trenggalek, Jakarta, Papua, Sumatera Barat, Yogyakarta, dan Subang.
" Baznas juga selalu terjun dalam banyak kebencanaan dan kedaruratan. Di Lombok, dan Sulawesi Tengah misalnya, Baznas juga melakukan program recovery paska-bencana, dan juga cukup banyak dana dialokasikan ke daerah-daerah bencana," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?