Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Emiten Tambang Memanas, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 27 Agustus 2014 16:38
Emiten Tambang Memanas, Indeks Syariah Ditutup Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup menguat 18,69 poin (0,36%) ke level 5.165,24.

Dream - Bursa saham nasional akhirnya menutup perdagangan, Rabu, 27 Agustus 2014 dengan bergerak menguat. Pasar modal Indonesia sebetulnya sempat loyo di awal perdagangan seiring sentimen pengurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup menguat 18,69 poin (0,36%) ke level 5.165,24. Sebagian besar laju indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau.

Munculnya kepastian pembatalan pengurangan BBM bersubsidi membuat laju emiten bergerak lincah. Sebanyak 178 emiten menutup perdagangan di zona hijau sementara 114 lainnya melemah.

Transaksi perdagangan saham kali ini cukup aktif dengan mencetak nilai Rp 5,44 triliun. Sebanyak 5,6 miliar saham telah diperjualbelikan.

Emiten yang bergerak di sektor pertambangan menjadi motor pengerak laju indeks dengan menguat 1,51 persen. Diikuti sektor infrastruktur 0,77 persen dan barang konsumsi 0,65 persen.

Sore ini pemodal asing mencetak aksi beli bersih dengan nilai Rp 200 miliar.

Menguatnya IHSG juga diikuti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang naik 0,54 poin (0,31%) ke level 169,67. Penguatan ini ditopang kenaikan harga saham dari 110 emiten sementara 80 lainnya masih tertahan di zona merah.

Sebanyak 35,18 miliar saham telah berpindahtangan dengan perputaran yang mencapai Rp 3,99 triliun.

Indeks ISSI yang bergerak melemah di awal sesi perdagangan sempat jatuh ke level terendah di 169,12. Namun selanjutnya, ISSI terus bergerak lancar di zona hijau.

Penguatan juga dialami indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 2,91 poin (0,41%) ke level 698,9. Indeks JII sempat mencetak level tertinggi di posisi 700,13.

Lebih dari separuh penghuni indeks saham bluechips syariah bergerak menguat. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 2,86 triliun. (Ism)

Beri Komentar