Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Industri fesyen menyumbang peran yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf.
Triawan mengatakan ekonomi kreatif menyumbang Rp 851 triliun ke perekonomian Indonesia. " Ada 31 persennya berasal dari fesyen," kata dia saat ditemui di Hotel Mulia Jakarta Selatan, Rabu, 11 Mei 2016.
Triawan mengatakan besarnya kontribusi industri fesyen Indonesia tak lepas dari kekaguman masyarakat dunia terhadap warisan budaya Indonesia yang terkenal cukup beragam. Dari beragam produk fesyen, batik diakui berkontribusi besar dalam menyokong kemajuan industri fesyen di kancah internasional.
Melihat perkembangan tersebut membuat Bekraf menyambut baik kesempatan desainer adibusana, Sebastian Gunawan yang berhasil menembus panggung Paris Haute Couture Week. Berbagai dukungan terus diberikan, tak hanya dari sektor pendanaan namun juga mencakup mendampingan sebelum dan sesudah gelaran fashion show.
Di samping menjadi ajang pembuktian prestasi desainer Indonesia di panggung internasional, Triawan menilai kesempatan itu sebagai momen penting dalam mempererat hubungan baik antara dua negara.
" Kita tidak bisa membawa model yang biasa-biasa saja talentanya. Jadi harus yang mempunyai etos kerja tinggi. Support tidak hanya dari pemberian dana tapi kami ikut mensuport dari sebelum dan efek multi player sesudahnya agar dapat dinikmati anak-anak muda dan penikmat industri fesyen," kata dia.
Di ajang Paris Haute Couture Week, desainer Sebastian Gunawan akan berkolaborasi dengan Cristina Panarese dalam menampilkan Couturissimo. Vice President of the Asian Couture Federarion, Emily Hwang pun melihatnya sebagai peluang penting bagi keduanya untuk menembus pasar global.
Ia optimis karya-karya mereka dapat diterima karena memberi kesempatan pada konsumen untuk memiliki busana adibusana kelas atas, namun dapat dibeli dengan harga yang cukup terjangkau.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam