Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menabung. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sebagian besar orang dihadapkan dengan dilema, apakah mereka harus menabung terlebih dahulu atau membayar utang. Sayangnya tak ada jawaban yang cocok untuk menjawab pertanyaan itu.
Melihat masalah ini dari perspektif matematis murni, kamu akan kehilangan uang jika total marjin yang dihasilkan dari tabungan dan investasi lebih rendah daripada utang kamu.
Jadi, apakah logika cukup untuk membantumu memutskan apa yang harus dilakukan: bayar utang terlebih dahulu atau menabung?
Dilansir dari Khaleej Times, Senin 18 Juni 2018, Souqmal.com memberikan empat strategi untuk empat masalah.
Masalah yang pertama ketika kamu memiliki utang. Jika memiliki utang dengan bunga yang tinggi, lebih baik fokuskan energi dan sumber daya keuangan untuk membayar utang.
Idenya adalah menghentikan bunga yang “ berkembang biak” sehingga bisa membuatmu boros. Semakin lama menunggak utang, semakin besar pula peluang kamu untuk “ kalah”.

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Yang kedua, belum punya dana darurat. Ketika belum memiliki anggaran dana darurat, kamu sebaiknya lebih fokus untuk membangun dana darurat. Banyak orang mengabaikan pentingnya dana darurat.
Padahal, anggaran ini bisa melindungimu dari krisis keuangan yang sewaktu-waktu terjadi, seperti kehilangan pekerjaan atau sakit parah sehingga membuatmu harus mengeluarkan banyak uang.
Ketiga, menyeimbangkan anggaran. Kamu bisa menyeimbangkan anggaran antara melunasi utang dan menghemat uang. Ini adalah ide yang baik untuk bekerja dengan anggaran. Kamu bisa megnalokasikan sebagian penghasilan untuk membayar utang serta sebagian lagi untuk menabung dan investasi.
Keempat, ingin tujuan jangka panjang tercapai. Ada banyak tujuan saat menabung jangka panjang, seperti biaya pendidikan anak dan pensiun. Kalau ini menjadi fokus utama, uang yang dihasilkan harus bisa bekerja optimal agar tujuan finansial bisa tercapai. Dengan kata lain, investasi menjadi fokus jika ingin tujuan finansial jangka panjang terwujud. Selamat mencoba! (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya