Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – World Bank mengungkapkan data mengejutkan. Ternyata, baru 20 persen orang Muslim di seluruh dunia yang mengakses jasa keuangan konvensional.
Artinya, ada 80 persen orang Muslim di dunia yang belum terjamah keuangan.
Meskipun demikian, pertumbuhan jasa keuangan syariah bisa menawarkan harapan baru untuk menutup jurang tersebut.
Dilansir dari Today, Selasa 11 Oktober 2016, Vice President and Treasurer World Bank, Arunma Oteh, mengatakan 20 persen dari 1,6 miliar orang Muslim di dunia ini aktif dalam mengakses jasa keuangan.
“ Pertumbuhan keuangan syariah diharapkan bisa menutup kesenjangan ini,” kata Oteh dalam acara “ Islamic Financial Services Board (IFSB) di Amerika Serikat.
Dia mengatakan angka tersebut memang terkesan mengerikan. Dengan banyaknya produk pembiayaan syariah, ada kecenderungan banyak orang Islam yang akan mengakses jasa keuangan syariah.
Sementara itu, seorang Emir Kano, Muhammadu Sanusi, mengatakan fasilitas keuangan Islam bisa mendanai berbagai proyek sosial, seperti proyek pendidikan dan energi.
Menanggapi itu, Oteh mengatakan World Bank telah menerbitkan surat utang sebesar US$63,5 miliar (Rp84,9 triliun) dengan pasar yang berbeda dan 22 mata uang. Tujuannya untuk menawarkan inovasi untuk negara berkembang.
“ Orang ingin mengakses jasa keuangan, tapi mereka tidak mampu melakukannya karena terhalang oleh keyakinannya atau kekurangan lembaga jasa keuangan di dekat areannya atau kekurangan trust dari provider jasa keuangan,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya