Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sukuk Global Indonesia Mendapatkan Penghargaan Internasional. (Foto: Kemenkeu.go.id)
Dream – Kementerian Keuangan menerima penghargaan sebagai Best Sukuk Deal of The Year 2016 dari Global Islamic Finance Awards (GIFA). Penghargaan ini diterima Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan.
“Sukuk global yang diterbitkan pemerintah Indonesia memiliki berbagai keunggulan yang sekaligus memenuhi kriteria penilaian,” kata Robert di Jakarta, dilansir dari situs Kementerian Keuangan, Rabu 5 Oktober 2016.
Dia mengatakan, keunggulan yang pertama adalah sukuk global yang dirilis pada 29 Maret 2016 yang senilai US$2,5 miliar atau Rp32,5 triliun ini berhasil mengumpulkan penawaran senilai US$6,9 miliar atau Rp89,71 triliun. Dengan kata lain, terjadi kelebihan penawaran (oversubscribed) sebanyak 2,7 kali.
“(Ke dua), pricing sukuk global 2016 dinilai sangat baik di mana dapat dilakukan tightening yang signifikan dari initial price guidance dengan final yield untuk tenor 5 tahun sebesar 3,4 persen dan untuk tenor 10 tahun sebesar 5,5 persen,” kata dia.
Keunggulan yang ke tiga adalah diversifikasi investor sukuk ini tergolong luas, baik dari segi geografi maupun tipe investor.
“Selain itu, penerbitan sukuk global tahun 2016 yang senilai US$2,5 miliar ini merupakan penerbitan global sovereign sukuk dalam sekali penerbitan terbesar di dunia.
Sekadar informasi, tak hanya sukuk, Presiden Joko Widodo juga menerima penghargaan dari GIFA, yaitu Best Leadership Award 2016. Penghargaan yang diterima Jokowi ini serupa dengan penghargaan yang diterima oleh mantan gubernur Bank Sentral Nigeria, Muhammadu Sanusi.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari