Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Perumahan (Antarafoto.com)
Dream - Kabar buruk buat pengembang di Indonesia. Kondisi ekonomi yang menantang di tahun 2016 bakal menggerus permintaan properti.
Tanda-tanda melemahnya permintaan properti setidaknya sudah terlihat dalam sembilan bulan pertama 2015.
Fitch Rating dalam ulasanya terbaru, Senin, 23 November 2015 mengatakan perjualan lima pengembangan besar di Indonesia sampai kuartal III-2015 turun hingga 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
" Kami memperkirakan penjualan pada tahun depan akan bergerak pada level moderat 0-10 persen karena kondisi makroekonomi yang penuh tantangan," tulis Fitch.
Menurut Fitch paket kebijakan yang banyak dikeluarkan pemerintah Joko Widodo pada pertengahan tahun ini kemunkinan baru terasa tahun depan. Paling cepat, kebijakan itu terasa pada pertengahan tahun 2016.
" Akan butuh waktu untuk menerjemahkan kebijakan itu pada permintaan dalam negeri yang berkelanjutan," katanya.
Fitch menambahkan tekanan melemahnya daya beli masyarakat Indonesia dan kepercayaan konsumen akan stagnan di 2016. Hal ini setidaknya sudah terlihat di bisnis konstruksi dan otomotif yang mengalami pelemahan.
Di bisnis keuangan, Fitch bahkan mencatat adanya penurunan transaksi kartu kredit di Indonesia yang merupakan pertama kalinya. Meski penggunaan debit pada Agustus 2015 menunjukan peningkatan.
Khusus di bisnis properti, Fitch menemukan harga properti tengah berada dalam tren penurunan. Rata-rata pertumbuhan harga rumah di Indonesia tercatat hanay naik 5,5 persen pada kuartal III-2015. Pencapaian ini menandai pertumbuhan yang melambat sepanjang delapan kuartal terakhir.
" Kami memperkirakan harga rumah akan stagnan dalam 12 bulan ke depan, akibat melemahnya permintaan," ungkap Fitch. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya