Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dubai, Uni Emirat Arab
Dream - Secara global, tingkat kenaikan harga rumah mengalami perlambatan. Meski Global House Price Index naik selama 8 kuartal berturut-turut, laju pertumbuhan harga melambat dalam tiga bulan pertama 2014.
Hal itu juga berimbas pada indeks harga rumah di Dubai. Pertumbuhan harga properti residensial di kota kosmopolitan ini terlihat melambat akibat kebijakan pengetatan kucuran kredit pemerintah negara petrodolar itu. Dubai memang menaikkan biaya administrasi dan uang muka kredit.
Meski melambat, Global House Price Index dari pialang real estate dan perusahaan riset Knight Frank masih menempatkan Dubai dalam posisi teratas selama empat kuartal berturut-turut. Harga rumah di kawasan ini naik 27,7 persen pada akhir Maret.
Langkah-langkah yang diambil pemerintah Dubai seperti menaikkan biaya administrasi dan uang muka berdampak pada pasar properti salah satu negara emirat tersebut. Rata-rata kenaikan harga rumah hanya 3,4 persen dalam tiga bulan pertama 2014.
Indeks memang menunjukkan pertumbuhan harga lebih lambat pada kuartal pertama 2014. Namun masih terlihat pertumbuhan tahunan mencapai 7,1 persen.
Knight Frank memperkirakan puncak transaksi penjualan rumah biasanya berlangsung pada kuartal terakhir tahun ini. Alasannya, pembeli ingin segera menyelesaikan pembelian sebelum Tahun Baru, atau ketika peraturan pajak baru biasanya mulai diberlakukan.
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2008, tidak ada satu negara mencatat penurunan harga tahunan lebih dari 10 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya