Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jangan Salah Waktu Untuk Bernegosiasi, Sahabat Dream.
Dream – Sahabat Dream, selain wawancara kerja ada lagi yang membuat hati berdebar-debar, yaitu negosiasi gaji. Tahap ini membuat mereka takut gaji yang didapatkan tak sesuai dengan yang diharapkan.
Sebenarnya, tak ada yang salah untuk menegosiasikan gaji. Tahapan yang merupakan bagian dari prosesi perekrutan kerja ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah gaji yang ditawarkan perusahan dan berapa yang diinginkan karyawan.
Jangan sungkan menyodorkan angka yang lebih tinggi daripada yang diajukan perusahaan. Siapa tahu diterima karena mereka tak mau kandidat terbaik sepertimu.
Ada tiga waktu yang tepat untuk bernegosiasi gaji. Pertama, ketika menolak pekerjaan, kecuali mendapatkan tawaran gaji yang lebih tinggi, menerima tawaran pekerjaan, dan memberi tahu nilai apa yang akan diberikan kepada perusahaan.
Namun, ada juga tiga waktu yang tidak tepat untuk menegosiasikan gaji.
Dilansir dari The Muse, Senin 27 November 2017. Tiga waktu `terlarang` itu pertama, ketika Sahabat Dream sudah menerima angka gaji yang kecil. Saat sampai di rumah menyesal, karena tiba-tiba teringat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dan angkanya terlalu kecil. Ingin menegosiasikan ulang?
Nanti dulu. Perusahaan bisa terganggu dengan permintaanmu, padahal belum bekerja. Jika ingin menegosiasikan gaji, lebih baik bekerja dulu beberapa saat. Tunjukkan kepada mereka atas kinerja cemerlang. Setelah 1-2 tahun bekerja, cobalah menghadap HRD untuk menegosiasikan ulang gaji yang diterima.
Yang kedua, ketika perusahaan memberi tahu tawaran yang diajukan adalah penawaran yang terbaik. Biasanya mereka tidak akan mengulang detail gaji yang ditawarkan. Jika buru-buru mengatakan ya, Sahabat Dream akan berisiko untuk menegosiasikan gaji.
Kalau kalimat itu keluar, dengarkan seksama gaji yang ditawarkan. Kamu bisa langsung menolaknya jika tawaran yang diajukan jauh dari ekspektasi.
Yang ketiga, tak memiliki pembuktian. Sahabat Dream bisa melakukan negosiasi ulang gaji dengan perusahaan (ini berlaku ketika sudah diterima kerja) jika merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik dan pantas untuk menerima apresiasi.
Jika tak punya pembuktian karier yang baik, lebih baik berpikir dua kali untuk menegosiasikan gaji. Selamat mencoba! (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya