Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Merdeka.com)
Dream - Dua indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia tak mampu mempertahankan posisinya di teritori positif setelah menutup perdagangan di zona merah.
Hasil ini berbanding terbalik dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak menguat dengan naik tipis 3,34 poin (0,06%) ke level 5.140,91.
Pada penutupan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2014, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 0,69 poin (0,41%) ke level 166,06. Indeks ISSI sebetulnya sempat menyentuh zona hijau di level 167,06.
Kenaikan harga saham dari 98 emiten tak mampu mempertahankan laju indeks ISSI di zona hijau. Jumlah emiten ISSI yang terkoreksi sendiri mencapai 83 emiten.
Transaksi perdagangan saham syariah tercatat mencapai Rp 3,25 triliun dengan 34,32 juta saham yang beralih tangan.
Pelemahan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 5,23 poin (0,76%) ke level 682,38. Turunnya harga saham dari 17 emiten JII sudah cukup menyeret indeks masuk zona merah.
Sama seperti ISSI, indeks JII juga sempat menyentuh zona hijau dengan pencapaian tertinggi di level 689,31.
Secara keseluruhan, transaksi perdagangan saham di lantai bursa kali ini mencapai 55,94 juta saham senilai Rp 5,36 triliun.
Pemodal asing yang melakukan aksi belanja di awal perdagangan justru berbalik menjual aset-aset sahamnya senilai Rp 370 miliar.
Laju indeks saham sektor bergerak variatif dengan penguatan tertinggi dicapai emiten sektor properti 1,27 persen. Diikuti sektor perdagangan yang naik 0,94 persen, keuangan 0,76 persen, dan perkebunan 0,74 persen.
Sementara pelemahan indeks sektoral tertinggi dialami emiten-emiten di bidang infrastruktur yang turun 1,18 persen, aneka industri 0,63 persen, dan industri dasar 0,57 persen.
Pelemahan ISSI dan JII ini sejalan dengan kondisi bursa saham regional yang didominasi koreksi. Nikkei dan Hang Seng masing-masing melemah 0,56 persen dan 1,28 persen. Sementara Shanghai Composite bergerak menguat 0,26 persen.
Kurs rupiah terhadap dolar AS juga bergerak melemah setelah terkoreksi 51 poin (0,42 persen) menjadi 12.168 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya