Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Akhirnya, Inalum Resmi Memiliki 51 Persen Saham Freeport. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Indonesia sah menjadi pemegang saham terbanyak perusahaan tambang emas terbesar dunia, PT Freeport Indonesia. Kepastian itu diperoleh setelah PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan Freeport McMoran Inc menandatangi kesepakatan divestasi 51 persen saham Freeport.
Sebagai momentum bersejarah, penandatanganan kesepakatan itu disaksikan langsung oleh empat orang menteri yaitu Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN, Rini Soemarno. Tampak hadir juga Executive Director Freeport, Tony Wenas.
Penandatanganan kesepakatan Head of Agreement (HoA) dilakukan antara Presiden Direktur Freeport McMoran, Richard Adkerson, dan Direktur Utama PT Inalum (Persero), Budi Gunadi Sadikin.
“ Pada hari ini, tanggal 12 Juli 2018, hari Kamis, baru saja dilakukan Head of Agreement (HoA) antara Inalum dengan Freeport McMoran dan Freeport Indonesia, Rio Tinto,” kata Sri Mulyani, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com.
Dengan kesepakatan tersebut, kepemilikan saham pemerintah di Freeport Indonesia meningkat dari sebelumnya hanya 9,36 persen.
Sri Mulyani mengatakan penandatanganan HoA ini merupakan langkah maju dan strategis untuk mewujudkan kesepakatan Indonesia dengan Freeport McMoran pada 27 Agustus 2017 lalu.
“ Dengan ditandainya HoA yang tadi disaksikan, maka telah dicapai proses divestasi sebagaimana telah dilakukan penandatanganan oleh Inalum dan Freeport McMoran,” kata dia.
Dalam perjanjian tersebut, Inalum diwajibkan mengeluarkan dana sebesar US$ 3,85 miliar atau Rp 55,37 triliun untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36 persen saham di PTF.
Para pihak yang terlibat dalam kesepakatan tersebut akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya