Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dua Indeks Syariah Tidak "kompak" Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini, Senin 5 Juni 2017.
Dream – Indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ditutup berlawanan pada penutupan perdagangan, Senin 5 Juni 2017. Menguatnya indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) tak bisa mengangkat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang ditutup melemah.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ISSI melemah 0,179 poin (0,10%) ke level 183,156. ISSI memulai perdagangan awal pekan dengan bergerak melemah di level 183,331. Indeks ini sempat menyentuh level tertinggi di 183,779, lalu kembali melemah.
Sebaliknya, indeks JII berhasil menguat tipis 1,107 poin (0,15) ke level 738,121. Indeks keping biru syariah ini sempat turun di level 736,987 pada pembukaan dan bergerak fluktuatif. Indeks JII menyentuh level tertinggi di 739,542 dan terendah 735,476.
Tanpa sentimen positif yang cukup kuat menggerakan bursa, transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan juga relatif lesu. Dari 56,78 juta saham syariah yang diperdagangkan, nilai transaksi hanya mencapai Rp 4,11 triliun. Jauh berkurang dari posisi akhir pekan lalu di level Rp 5,56 triliun.
Sepanjang perdagangan, hanya tiga indeks sektoral yang menguat. Investor asing yang memang gemar membeli saham di sektor keuangan mendorong indeks sektor ini menguat 0,62 persen, diikuti oleh pertambangan 0,27 persen, dan barang konsumsi 0,17 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang menjadi buruan investor adalah UNVR yang harga sahamnya menguat Rp275,TPIA Rp200, EXCL Rp170, AALI Rp150, dan ADRO Rp75.
Sebaliknya, emiten-emiten JII yang menjadi top loser adalah LPPF yang harga sahamnya terkoreksi Rp400, SMGR Rp75, PTPP Rp40,TLKM Rp40, dan ANTM Rp35.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya