Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia masih terus melanjutkan laju penguatannya di awal pekan. Kondisi relatif stabil dari kawasan regional membuat sejumlah indeks saham acuan nyaman memulai perdagangan di area positif.
Pada perdagangan pra pembukaan, Senin, 22 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 16,398 poin (0,32%) ke level 5.161,019.
Laju positif IHSG masih berlanjut di sesi menguat 19,85 poin (0,39%) ke level 5.165,602.
Terangkatnya IHSG ke zona hijau tak lepas dari menguatnya harga saham dari 92 emiten. Sebaliknya, 26 saham mulai diserang aksi ambil untung sementara 70 lainnya bergerak stagnan.
Di awal pekan ini, pemodal telah mentransaksikan 428,76 juta saham. Aksi jual beli ini membuat pasar modal Indonesia diguyur perputaran dana hingga Rp 293,31 miliar.
Pemodal asing kali ini mulai kembali masuk pasar modal Indonesia dengan membukukan nett buy hingga Rp 15 miliar.
Emiten sektor perkebunan mulai menunjukan tanda-tanda adanya aksi ambil untung. Di tengah penguatan sejumlah indeks saham, emiten perkebunan justru turun 0,42 persen.
Sebaliknya, emiten komoditas tambang yang sebelum terus tertekan aksi jual kini justru memimpin kenaikan 0,75 persen. Diikuti saham industri dasar 0,55 persen dan konstruksi 0,46 persen.
Sentimen positif dari bursa regional juga mendorong indeks saham syariah melaju positif.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini mengawali perdagangan dengan menguat ke level 166,14. Pada penutupan akhir pekan lalu, ISSI berada di level 165,62.
Meski mulai tertekan, hingga 30 menit waktu perdagangan, ISI masih terus bergerak menguat 0,25 poin (0,15%) ke level 165,88.
Laju positif ini disokong naiknya harga saham dari 72 emiten syariah. Sementara 50 emiten lainnya mencoba menyeret ISSI masuk zona merah dan 60 lainnya stagnan.
Pasar modal Indonesia saat ini sudah dikucuri dana syariah hingga Rp 462,23 miliar dari perpindahan tangan 5,73 juta saham.
Menguatnya ISSI juga berdampak pada laju indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini dibuka menguat ke level 681,82. Indeks JII naik cukup signifikan dari penutupan akhir pekan lalu di level 679,18.
Meski menguat, JII masih menyisakan 10 emiten unggulan syariah di zona merah. Sisanya, 13 emiten JII sudah menguat dan 7 lainnya tak bergerak dari posisi akhir pekan lalu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya